Mistis Patung Simpang Siur Bali

0
74

PATUNG SIMPANG SIUR BALI

Patung yang menjulang setinggi 15 meter itu menggambarkan perjalanan Bima, tokoh pewayangan dalam cerita Brata Yuda yang sedang mencari Tirta Kamandanu. Dan dalam suatu pertarungan mendapatkan simbol acintya, dia dibelit oleh naga…

Patung tampak siang dan malam

Itulah yang hendak digambarkan oleh seniman Wayan Wenten, perupa yang menjadi pusat persimpankan 6 jalan di bagian timur Kuta Bali. Sebelum ada lampu pengatur Ialu lintas, tiap pagi dan sore, tempat ini tergolong yang paling semrawut. Oleh karena itu jangan heran, jika lokasi ini lebih dikenal dengan sebutan simpang siur.

Bayangkan, tiap jam, tak kurang dari 25.000 orang melintas di pelataran patung itu. Dan siapa pun yang akan ke Nusa Dua, Denpasar, Airport Ngurah Rai atau ke Ubud dan Tanah Lot pasti melewati patung ini. Namun bukan kesemrawutannya saja yang membuat patung Bima ini jadi terkenal, kemagisan dan keangkerannya juga membuat beberapa orang terkagum-kagum. betapa tidak, setiap bulan mati, yang dalam bahasa Bali disebut tilem, patung acintya yang dipegang sang Bima itu pasti memancarkan sinar ungu yang benderang.

“Mirip seperti sinar rontgent di rumah sakit, tetapi tak membuat kita silau. Dan sinar itu muncul sejak matahari tenggelam sampai menjelang tengah malam,” papar Nyoman Ronda, 51, pemilik kios rokok yang tak jauh dari lokasi itu.

Tak heran, jika menjelang bulan mati atau tilem, banyak orang yang datang ke tempat ini untuk sekadar mendapatkan sinar ungu dari Sang Bima. Menurut mereka, khasiatnya adalah bisa menvembuhkan aneka macam penyakit. MuIai dari pening dan influenza sampai penyakit yang agak parah. Linu dan encok. Tetapi belum ada bukti sembuh dari mereka yang mengidap penyakit jantung dan diabetes.

“Walau telah menunggu selama berjam-jam, tak semua yang datang bisa menyaksikan sinar ungu itu,” imbuh Ronda.

Dan cara penyembuhannya pun tergolong unik. Mereka yang melihat akan langsung melakukan gerakan seolah sedang mengambil “sesuatu” dari cahaya itu dan dilanjutkan dengan mengusapkannya di bagian tubuh yang sakit.

“Saya baru sekali ke sini. Bulan lalu. Dan sekarang, sesak nafas saya sudah jauh berkurana. Padahal hampir enam bulan penyakit batuk saya tidak bisa tersembuhkan,” demikian ungkap Ketut Sulastra, 41, penderita asma akut yang mukim di Denpasar.

la tergolong beruntung. Begitu memarkir mobil di dekat patung Bima, mendadak, sinar ungu yang ditunggunya pun muncul. Dengan cepat ia Iangsung melakukan gerakan mengambil dan menyapukan ke kepala dan dadanya. “Dan sekarang saya datang untuk bersyukur menghaturkan banten dan sajen di tempat saya melihat sinar itu,” tambahnya.

Ternyata tak hanya Ketut Sulastra. Sejak pindah sekitar 200 meter dari patung Bima, perlahan tetapi pasti, nilai ekspor garment Made Madya meningkat dengan tajam. “Padahal barangnya sama, garment. Dan dikirim juga ke tempat yang sama, Eropa. Tetapi sejak pindah ke sini, pesanan mendadak meningkat tajam. Saya percaya, ini adalah berkah dari si patung Bima,” paparnya kepada paranormal-terbaik.com.

Patung tampak megah

Begitu juga yang terjadi pada pengusaha lain yang bergerak dalam bidang persewaan heli, rumah sakit dan penjualan motor. Mereka mengaku, sejak membuka usaha di sana pelanggan datang bagai air bah. Padahal, tak sekalipun mereka pernah mengiklankan usahanya.

“Mereka yang datang seperti digiring oleh magnet dan dituntun angin untuk datang berbelanja. Dan bukan hanya orang kita, bule pun mengakui hal itu,” ujar Madya.

Akibatnya, berbondong-bondong pengusaha yang sekarat atau setengah bangkrut memindahkan usahanya ke tempat ini’. Kejadian yang musykil ini ternyata juga dibenarkan oleh para pemilik salon, travel, penjualan karpet dan bank yang mengaku dapat menangguk keuntungan 5 kali lipat sejak mereka membuka atau memindahkan tempat usahanya di sana. Seiring dengan itu, maka, jangan heran jika sewa toko atau tempat usaha di sekitar patung Bima jadi meningkat tajam.

“Ketika masih di Denpasar, pelanggan salon saya hanya sekitar 25 orang dalam sehari. Dan sekarang bisa mencapai 150 orang, padahal taripnya saya naikkan,” demikian ungkap Putri, 28, salah seorang pengusaha salon yang baru setahun pindah ke sekitar patung Bima.

Selain sinar ungu dan membawa keberkahan bagi para pengusaha, peristiwa yang menegangkan pun acap dialami o|eh mereka yang tinggal di dekatnya. Pakaji, 60, pengusaha minuman yang selama 15 tahun mukim di sebidang tanah dekat patung simpang siur itu memaparkan,” Pada suatu malam, tiba-tiba saya dikejutkan oleh suara derit roda dan benturan yang dahsyat. Dengan cepat saya menuju ke arah suara. Ternyata, yang ada cuma bekas jejak roda. Mobil dan korbannya tak ada sama sekali.”

Bahkan pada tiap malam Jum’at Kliwon, terkadang tercium bau kemenyan, bunga kenanga dan cempaka di dekat kaki patung Bima. Bau itu begitu menyengat. Tetapi jika didekati, kita hanya menemukan bangkai tikus. Dengan kata lain, di malam Jum’at Kliwon, bangkai pun akan berbau harum” imbuhnya dengan muka keheranan.

Dengan agak malu, Ielaki asal Jember, Jawa Timur, membuka rahasia usahanya kian hari kian bertambah maju. “Jangan jahil dengan penunggu gaib yang maujud sebagai gadis manis berdaster putih setinggi lutut.”

“Biasanya, dia muncul dengan wajah memelas untuk minta teh botol atau jajan pasar. Pernah suatu ketika, dia saya abaikan. Dan benar, tak lama setelah itu usaha saya hampir saja bangkrut. Setelah saya minta maaf, usaha pun kembali seperti semula. Dan sejak itu, saya tak pernah lagi berani mengabaikan keberadaannya,” tambahnya.

Suasana sekitar patung

Selain gadis berdaster, pada setiap malam bulan mati atau tilem, di tempat itu juga tampak ada sosok Ielaki berambut sebahu yang berjalan sambil memunguti sampah-sampah yang berserakan. Dan dapat dipastikan, paginya, kawasan ini akan bersih selama seminggu. Aneh memang, tetapi begitulah kenyataan yang terjadi.

Aura mistik yang terpancar dari patung yang satu ini memang dapat langsung terasakan oleh siapa pun yang melihatnya. “Oleh karena itu, tiap lewat di sana, saya selalu menyempatkan diri untuk berhenti barang sejenak di pinggir jalan sambil melemaskan kaki. Dan setelah itu, perjalanan akan terasa enteng, aman dan nyaman sampai ke tujuan,” ungkap Sentot, 40, sopir mobil tangki gas elpiji jurusan Bali-Surabaya.

Padahal sebelumnya, ia selalu mendatangi panti pijat untuk mendapatkan kembali kebugarannya. “Bertafakur di sekitar patung Bima Iebih murah atau boleh dibilang gratis dengan tingkat keberhasilan yang Iuar biasa,” sambungnya dengan wajah berbinar.

Geliat perekonomian di sekitar patung

Hal serupa juga dialami oleh Misatun, pedagang nasi campur asal Bayuwangi yang sejak setahun ini membuka usahanya di sekitar patung Bima. “Sejak pindah ke sini, langganan saya yang dulu pernah hilang datang Iagi. Dan itu semua berkat patung Bima yang ada di tengah jalan simpang siur itu,” begitu Misatun meyakini. ©️KyaiPamungkas

Paranormal Terbaik Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here