Kyai Pamungkas: Antara Energi diri dan Kekuatan Doa

0
463

ENERGI DIRI DAN KEKUATAN DOA

Program pikiran kita juga mempengaruhi pikiran orang lain terutama orang terdekat Anda, bila pikiran kalut atau stres maka gelombang pikiran kita bisa mempengaruhi orang terdekat, bila kita benci pada seseorang sesungguhnya pesan itu atau gelombang pikirannya masuk kedalam bawah sadarnya, maka tanpa disadari orang itu pun tidak akan mempunyai pikiran yang sama. Sebab otak manusia hanya mengenal bahasa ide atau pikirar bukan bahasa verbal, contohnya untuk konsep makan semua bangsa dunia adalah sama yaitu memasukan sesuatu makanan ke dalam mulut, tapi ketika ide ini di komunikasikan dengan bahasa misalnya untuk Sunda tuang, Jawa dahar, Indonesia makan, lnggris eat, sebetulnya konsep idenya adalah sama.

Kami yakin Anda pasti tahu permainan Tetris, pikiran manusia sama seperti permainan tersebut. Setiap input yang dimasukkan ke dalamnya akan membentuk sebuah lapisan yang akan menumpuk terus menerus. Lapisan yang sama akan salong tarik menarik dan akan berkumpul menjadi satu kelompok lapisan. Lapisan-lapisan yang berasal dari input yang negatif akan membentuk kelompok lapisan negatif. Sedangkan Iapisan-lapisan yang berasal dari input yang positif akan membentuk kelompok lapisan positif.

Setiap input baru yang masuk ke dalam pikiran akan makin memperkuat masing-masing kelompok lapisan tersebut sesuai dengan jenisnya. Beberapa input yang membentuk lapisan positif adalah rasa simpati, kebahagiaan, belas kasih, keikhlasan, rasa percaya diri, optimis, keyakinan, konsentrasi. Beberapa input yang membentuk lapisan negatif adalah kemarahan, kebencian. ketakutan, kekhawatiran, kesombongan, iri hati, keegoisan, keputusasaan, rasa bersalah, pesimis, minder.

Nah, sekarang bisakah Anda bayangkan bahwa jika Anda terlalu banyak memasukkan input negatif ke dalam pikiran kita dan orang terdekat kita, teman, saudara kita yang lain. maka kelompok lapisan negatif itulah yang akan mendominasi pikiran Anda. Dan karena jenisnya sama, tanpa disadari anda juga sedang menarik semua energi negatif dari alam semesta ke dalam diri Anda. Oleh sebab itu, Janganlah heran jika kemudian kehidupan Anda hanya berisi masalah, rintangan, keributan dan kegagalan.

Jadi tugas Anda adalah memastikan bahwa yang masuk kedalam pikiran Anda hanyalah hal-hal yang positif. Bahkan lebih jauh lagi Anda perlu memasukkan hal-hal yang optimis ke dalam pikiran Anda. Dengan pikiran dan cara pandang yang optimis, segala hal yang Anda lakukan akan Anda kerjakan dengan positif dan penuh percaya diri. Alhasil, seluruh alam semesta pun akan mendukung Anda untuk mewujudkannya.Tanpa sadar, Anda sedang menarik semua energi positif yang ada di luar ke dalam diri Anda. Kalau sudah demikian, keberhasilan dan kesuksesan bukanlah suatu hal yang mustahil.

Menjadi Majikan Bagi Pikiran Anda Sendiri

Pikiran manusia sangatlah rapuh dan mudah goyah, kalau diibaratkan pikiran kita seperti nyala api lilin di tengah-tengah hembusan angin yang datang dari berbagai arah. Tugas kita adalah menjaga agar nyala api lilin tersebut tidak goyah oleh hembusan angin. Oleh karena itu, pikiran haruslah diperkuat. Memperkuatnya yaitu dengan cara memasukkan hanya nal-hal yang positif secara terus-menerus.

Seperti halnya tubuh membutuhkan makanan yang bergizi agar bisa tumbuh sehat, begitu juga pikiran membutuhkan hal-hal yang positif sebagai makanannya supaya bisa berfungsr dengan baik dan bermanfaat bagi diri Anda. Di sisi lain, seperti halnya racun akan membuat tubuh lemah dan tak bertenaga, begitu Juga hal-hal negatif akan membuat pikiran Anda menjadi lemah dan tidak dapat memberikan solusi yang baik.

Pikiran yang kuat akan mudah untuk dikendalikan. Seekor anjing yang belum dijinakkan akan menjadi buas, menggigit dan hanya memberikan masalah bagi tuannya. Namun jika sudah dijinakkan, dia tidak hanya akan menjadi anjing penurut tetapi juga berguna untuk membantu dan melindungi tuannya. Begitu juga dengan pikiran, jika Anda tidak dapat menjinakkannya maka Anda lah yang akan dikendalikannya dan dia hanya akan memberi Anda masalah. Namun jika Anda sudah dapat menjinakkan dan mengendalikannya, maka pikiran Anda akan membantu menyelesaikan berbagai masalah yang Anda hadapi.

Kami menyarankan Anda untuk memprogram ulang pikiran Anda mulai dari sekarang. Dengan memprogram ulang pikiran Anda dengan hal-hal yang positif dan optimis, Anda telah menggeser dominasi lapisan-lapisan negatif yang ada di dalam pikiran Anda. Kemudian, Anda akan melihat dan merasakan begitu besar energi positif yang Anda tarik di sekeliling Anda yang akan benar-benar mewujudkan apa yang ingin Anda raih, yaitu kebahagian baik di dunia maupun di akhirat.

Dzikir dan doa mempunyai energi (kekuatan) yang dipancarkan Allah SWT berujud Nur (cahaya) Nur Allah itu merupakan energi mutlak yang mengalahkan semua energi lainnya. Sifat energi yang bersumber dan Nur Allah SWT itu memiliki berbagai macam sifat, baik halus, lembut, keras, kasar, lentur, panas, dingin dan lain-Iainnya.

Tingkat Kekuatan Energi

1. Energi Mutlak
Adalah energi yang bersumber dari Nur Allah SWT yang tidak dimiliki mahlukNya, kecuali di saat Allah memancarkan nur itu kepada hamba yang dikehendakiNya.

2. Energi Relative
Yaitu energi yang diberikan Allah SWT kepada alam semesta, yang terikat pada hukum sunatullah.

3. Energi Semu
Yaitu energi yang masuk pada manusia hewan atau benda karena pengaruh bio ghaib, yang sering digunakan sebagai andalan orang-orang yang tidak beriman.

Dzikir dan doa dapat menjadi wasilah mendapat pancaran Nur AIIah bila memenuhi syarat dan rukunnya, doa sembarangan asal hafal atau bisa mengucapkannya dengan tidak memenuhi syarat tidak akan mendapat pancaran Nur Allah SWT.

Contoh, orang yang hafal ayat Kursi tetapi tidak memenuhi syarat doa, ketika ia berdoa untuk mengusir jin pada orang yang kerasukan, jin itu tidak mau pergi, kemudian jin itu minta syarat bunga dan kemenyan bila disanggupi ia mau pergi. Bila yang membaca itu benar-benar memenuhi syarat dan dekat kepada Allah SWT maka bacaannya akan menjadi wasilah memancarnya Nur Allah sehingga jin yang seperti apapun akan lari tunggang langgang terkena pancaran Nur AIIah SWT.

Bila Nur Allah memancar pada kekuatan alam, maka kekuatan alam akan tunduk pada energi mutlak itu. Salah satu energo alam adalah api yang mempunyai sifat panas dan membakar, bila Nur Allah yang memancar pada api bersifat dingin, mengamankan dari bahaya api yang membakar dan menghabiskan oksigen, maka api itu akan dingin dan tidak membakar. karena itulah Nabi lbrahim tidak merasakan panas dan selamat dari amukan api yang sangat besar ketika dibakar oleh Raja Namrud.

Secara pengetahuan awam ya Allah Maha Kuasa menolong hambaNya, tetapi secara keilmuan memerlukan kajian yang terperinci untuk memahami ilmuNya.

Dalam Kitab tafsir Imam Baidhawiy diterangkan bahwa karena besarnya api yang dibuat oleh bala tentara Namrud. maka mereka tidak berani mendekati kobaran api itu, sehingga Nabi Ibrahim diletakkan di atas alat pelempar batu (alat perang jaman dahulu). saat itulah Malaikat Jibril datang menemui Nabi Ibrahim as dan bertanya: “Wahai Nabiyallah apa yang dapat saya bantu?” Beliau menjawab: “Kalau kepadamu tak ada kepentingan, hanya kepada Allah saya bertawakkal.” Jibril menyarankan :“Kalau begitu segeralah berdoa kepada Tuhanmu karena kamu segera akan dilemparkan.”

Dalam Kitab Jamius Shaghir hadits no 5 diriwayatkan oleh Al Khathib dari Abi Hurairah dari Nabi SAW beliau bersabda: “Yang terakhir kali dibaca Nabi Ibrahim sebelum dilemparkan ke dalam kobaran adalah doa : Hasbiyallaahu wa ni’mal wakiil”. (terjemahnya: Cukup Allah-lah sebaik-baik Penolong).

Bagaimana Cara Mencapai Energi Mutlak?

1. Beriman hanya kepada Allah SWT
2. Menjaga dan menjalankan ibadah
3. Jangan mengkonsumsi barang haram
4. Tidak berbuat maksiat dan aniaya
5. Mengamalkan dzikir dan doa
6. Berpuasa hajad agar ijabah

Agar doa mustajab dapat kita lakukan suatu kiat tertentu. Penting untuk memahami bahwa doa sesungguhnya bukan saja sekedar permohonan (verbal). Lebih dari itu, doa adalah usaha yang nyata netepi rumus/kodrat/hukum Tuhan.

Permohonan kepada Tuhan dapat ditempuh dengan lisan. Tetapi terpenting adalah doa butuh penggabungan antara dimensi batiniah dan lahiriah, metafisik dan fisik. Doa akan menjadi mustajab dan kuat bilamana doa kita berada pada aras hukum atau kodrat Tuhan;

1. Dalam berdoa seyogyanya menggabungkan 4 unsur dalam diri kita, meliputi; hati, pikiran, ucapan, tindakan. Dikatakan bahwa Tuhan berjanji akan mengabulkan setiap doa makhlukNya? tetapi mengapa orang sering merasa ada saja doa yang tidak terkabul? Kita tidak perlu berprasangka buruk kepada Tuhan. Bila terjadi kegagalan dalam mewujudkan harapan, berani ada yang salah dengan diri kita sendiri. Misalnya kita berdoa mohon kesehatan. Hati kita berniat agar jasmani-rohani selalu sehat. Doa juga diikrarkan terucap melalui lisan kita. Pikiran kita juga sudah memikirkan bagaimana caranya hidup yang sehat. Tetapi tindakan kita tidak sinkron, justru makan jerohan, makanan berkolesterol, dan makan secara berlebihan. Hal ini merupakan contoh doa yang tidak kompak dan tidak konsisten. Doa yang kuat dan mustajab harus konsisten dan kompak melibatkan empat unsur di atas. Yakni antara hati (niat), ucapan (statment), pikiran (planning), dan tindakan (action) jangan sampai terjadi kontradiktori. Sebab kekuatan doa yang paling ideal adalah doa yang diikuti dengan perbuatan (usaha) secara konkrit.

2. Untuk hasil akhir, pasrahkan semuanya kepada kehendak Tuhan, tetapi ingat usaha mewujudkan doa merupakan tugas manusia. Berdoa harus dilakukan dengan kesadaran yang penuh. bahwa manusia bertugas mengoptimalkan prosedur dan usaha, soal hasil atau targetnya sesuai harapan atau tidak, biarkan itu menjadi kebijaksanaan dan kewenangan Tuhan. Dengan kata lain, tugas kita adalah berusaha maksimal, keputusan terakhir tetap ada di tangan Tuhan.

saat ini orang sering keliru mengkonsep doa. Asal sudah berdoa, lalu semuanya dipasrahkan kepada Tuhan. Bahkan cenderung berdoa hanya sebatas lisan saja. Selanjutnya doa dan harapan secara mutlak dipasrahkan pada Tuhan.

Hal ini merupakan kesalahan besar dalam memahami doa karena terjebak oleh srkap fatalistis. Sikap fatalis menyebabkan kemalasan, perilaku tidak masuk akal dan mudah putus asa. Ujung-ujungnya Tuhan akan dikambing hitamkan, dengan menganggap bahwa kegagalan doanya memang sudah menjadi nasib yang digariskan Tuhan.

Lebih salah kaprah, bilamana dengan gegabah menganggap kegagalannya sebagai bentuk cobaan dari Tuhan (bagi orang yang beriman). Sebab kepasrahan itu artinya pasrah akan penentuan kualitas dan kuantitas hasil akhir. Yang namanya ikhtiar atau usaha tetap menjadi tugas dan tanggungjawab manusia.

3. Berdoa jangan menuruti harapan dan keinginan diri sendiri, sebaliknya berdoa itu pada dasarnya menetapkan perilaku dan perbuatan kita ke dalam rumus (kodrat) Tuhan. Kesulitannya adalah mengetahui apakah doa atau harapan kita itu baik atau tidak untuk kita. Misalnya walaupun kita menganggap doa yang kita pintakan adalah baik. Namun kenyataannya kita juga tidak tahu persis, apakah kelak permintaan kita jika terlaksana akan membawa kebaikan atau sebaliknya membuat kita celaka.

4. Berdoa secara spesifik dan detil dapat mengandung resiko. Misalnya doa agar supaya tender proyek jatuh ke tangan kita, atau berdoa agar kita terpilih menjadi bupati. Padahal jika kita bener-bener menjadi bupati tahun ini, di dalam struktur pemerintahan terdapat orang-orang berbahaya yang akan “menjebak” kita melakukan korupsi. Apa jadinya jika permohonan kita terwujud.

Maka dalam berdoa sebaiknya menurut kehendak Tuhan, atau dalam terminologi Jawa “berdoa sesuai kodrat alam” atau hukum alamiah. Caranya, di dalam doa hanya memohon yang terbaik untuk diri kita. Sebagai contoh; ya Tuhan, andai saja proyek itu memberi kebaikan kepada diriku, keluargaku, dan orang-orang disekitarku, maka perkenankan proyek itu kepadaku, namun apabila tidak membawa berkah untuk ku, jauhkanlah. Dengan berdoa seperti itu, kita serahkan jalan cerita kehidupan ini kepada Gusti Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana.

5. Doa yang ideal dan etis adalah doa yang tidak menyetir/mendikte Tuhan, doa yang tidak menuruti kemauan diri sendiri, doa yang pasrah kepada Sang Maha Pengatur. Niscaya Tuhan akan meletakkan diri kita pada rumus dan kodrat yang terbaik untuk masing-masing orang! Sayangnya, kita sering lupa bahwa doa kita adalah doa sok tahu, pasti baik buat kita, dan doa yang telah menyetir atau mendikte kehendak Tuhan. Dengan pola berdoa seperti ini, doa hanya akan menjadi nafsu belaka, yakni nuruti rahsaning karep. @Kyai pamungkas 0857-4646-8080

Paranormal Terbaik Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here