Kisah Client Kyai Pamungkas: Khodam Itu Hadir di Hongkong

2
255

KHODAM ITU IKUT HADIR DI HONGKONG

Namaku Susilawati, teman-teman memanggilku Susi. Tapi keluargaku malah memanggil namaku Wati sejak masih kecil. Aku sudah 12 tahun merantau di Hongkong sebagai TKI. Selama di Hongkong, kuakui aku menjalani hidup yang tak pasti. Aku jalani hidup sebagai pekerja migran sambil menunggu malaikat maut saja. Tak ada gairah atau harapan apapun untuk aku jalani dalam hidup ini.

Padahal di negeriku sendiri, aku memiliki ayah, ibu, suami dan seorang anak lelaki yang mencintaiku. Mereka semua berharap dan bergantung padaku. Ayah, ibu dan anakku setiap bulan selalu aku kirimi uang untuk biaya hidup mereka. Termasuk juga suamiku, lantaran ia sudah lebih 5 tahun menganggur. Pekerjaan sehari-harinya hanya menjadi buruh kasar dan bertani yang tak jelas penghasilannya.

Sayang aku tak bisa memenuhi seluruh harapan keluargaku itu. Aku bahkan terpuruk di negeri orang dengan banyak masalah yang tak bisa aku selesaikan. Keluargaku di kampung tak ada yang tahu masalah apa yang sedang aku hadapi. Aku tak mungkin mengatakan pada mereka masalah-masalah yang aku hadapi. Sebab aku tahu, mereka tak mungkin bisa membantuku menyelesaikan masalahku. Sebaliknya mereka berharap aku sukses di Hongkong dengan membawa uang yang cukup.

Tapi faktanya, di Hongkong selama itu, aku malah terbelit hutang bank yang jumlahnya 30 juta lebih. Aku tertipu seorang teman yang bermulut manis. Ia mengajakku meminjam uang di bank dan dokumenku sebagai jaminannya. Katanya uang itu akan dibagi dua untuk dia dan aku. Kemudian uang itu akan dia gunakan untuk usaha. Tapi setelah mendapatka uang itu, ia melarikan diri entah ke mana. Aku kehilangan jejaknya, semua teman dan saudaranya aku hubungi tak satu pun yang bisa memberi petunjuk.

Setelah aku tertipu itu, aku terpaksa harus putar otak, banting tulang membayar hutang ke bank. Padahal aku sama sekali gak menikmati uang itu. Dalam kebingungan, akhirnya aku terjerat rentenir. Dari satu rentenir ke rentenir lain, dari satu bank ke bank lainnya. Hingga akhirnya aku benar-benar terbenam dalam masalah yang membelitku. Rasanya nyawaku pun tak akan sanggup melunasi hutangku. Saat itu hutangku mencapa: 90 juta lebih.

Puncaknya, aku memiliki hutang di dua bank Hongkong. Aku juga memiliki hutang puluhan juga pada rentenir dan teman-temanku bekas membayar hutang ke bank. Aku bingung setiap minggu harus mencari uang sana sini untuk sekedar membayar hutang. Akhirnya aku gali lobang tutup lobang untuk membayar hutang. Tapi semakin lama hutangku semakin banyak karena aku harus menanggung bunga bank, terutama bunga rentenir yang mencekik leher.

Hari itu, aku tengah menyusuri sebuah taman tempat para buruh migrant lndonesia berkumpul. Seperti biasa, aku menghibur diri meski sejujurnya hati ini tetap galau. Bayangan hutang dan orang bank yang siap meneror aku setiap saat selalu melintas di pelupuk mataku.

Saat hati galau itu, aku coba bertukar pikiran dengan seorang teman yang lama tak bertemu. Aku sebenarnya tak ingin menceritakan masalahku padanya. Tapi aku berpikir mungkin curhatku ini bisa mengurangi sedikit beban pikiranku.

Disela-sela curhatku itu, Ani, begitu nama teman lamaku ini menyarankan aku untuk mengkonsultasikan masalah ini pada Kyai Pamungkas, seorang sporitual di daerah Pasar Rebo Jakarta Timur, dengan harapan lantaran bantuannya ada jalan keluar atas masalah yang aku hadapi.

Sebenarnya aku bukan orang yang terlalu percaya dengan hal hal supranatural. Tapi apa salahnya dicoba, toh ini juga usaha. Kepadanya aku ceritakan semua masalah yang aku alami, mulai dari pertama aku ke Hongkong hingga aku terpuruk dalam belitan hutang. Tak lupa aku ceritakan masalah keluargaku, terutama suamiku yang sulit mendapatkan pekerjaan dan rejeki. Yah suami memang hanya sebagai buruh bangunan yang kadang ada pekerjaan kadang pula tidak.

Dari Kyai Pamungkas itu, aku diberi saran dan pendapat atas semua masalahku. Lalu ia memberi solusi agar aku menggunakan sebuah piranti mistik sekaligus diruwat agar semua masalah yang membelitku bisa menemukan jalan keluarnya. Dijelaskan Kyai Pamungkas, ruwatan berfungsi untuk membersihkan diri kita agar aura positif dalam diri kita bisa bersinar dan membuat kita disenangi dan disegani orang.

Sedangkan piranti itu memiliki kekuatan spiritual yang bisa membangkitkan gairah hidupku lagi. Kekuatan spiritual itu juga bisa membuat pikiranku lebih tenang dalam mengambil keputusan. Selain itu kekuatan spiritual akan mendorongku menemukan jalan terbaik mencari rejeki. Masih menurut Kyai Pamungkas, dalam keadaan tertentu, piranti mistik itu mewujudkan sebentuk makhluk gaib yang kadang bisa terlihat kadang pula hanya menimbulkan suara-suara aneh. Awalnya aku agak takut dengan hal-hal gaib seperti ini, tapi menurut mbak Rani itu tidak akan mengganggu aku secara fisik, mungkin hanya selintas saja.

Dua minggu setelah menggunakan piranti itu, benar aku merasa lebih tenang meski orang bank tetap telpon menagih hutang setiap mendekati jatuh tempo. Majikanku, teman-temanku dan orang orang asli Hongkong yang aku kenal di sekitar rumah majikanku berubah menjadi lebih baik. Bahkan aku kerap diberi uang oleh mereka meski nilainya hanya seratus atau dua ratus dollar Hongkong saja. Kemudian aku kumpulkan dan hasilnya ternyata cukup untuk membayar hutang setiap bulan.

Tanpa terasa sudah setahun aku diruwat dan memegang piranti mistik dari Kyai Pamungkas, alhamdulillah aku sudah bisa membayar separuh lebih hutangku yang segunung itu. Dan aku juga tetap bisa mengirim uang ke kampung. Padahal sebelumnya aku nyaris tak dapat mengirim uang setiap bulan, atau setiap ada permintaan dari keluargaku.

Dan seperti yang diceritakan Kyai Pamungkas, aku memang mengalami hal-hal mistik setelah memegang piranti mistik itu. Beberapa kali aku melihat ada bayangan putih melintas di rumah majikanku. Bayangan putih yang samar itu juga kadang terlihat di kamarku meski hanya sekilas, aku berusaha meyakinkan diri itu hanya sebuah halusiniasi, aku tak ingin merasa takut oleh penglihatanku, toh jika benar ada pun bayangan itu tidak menggangguku.

Aku bersyukur berkat bantuan semua, kini aku sudah terbebas dari masalah hutang meski belum seratus persen lunas. Tapi aku punya harapan untuk bisa menyelesaikannya dan aku bisa menabung untuk bekal modal usahaku di kampung. Aku bersyukur pada Tuhan yang telah membuka pintu rejekiku. Semoga aku tetap diarahkan ke jalan yang baik untuk menjalani hidupku selanjutnya. @Kyai Pamungkas 0857-4646-8080

Paranormal Terbaik Indonesia

2 KOMENTAR

  1. Kemaren saya naek angkot warna biru Turun dari bus agramas di terminal kampung rambutan naek angkot jurusan pasar rebo.entah kenapa biasanya saya gak pernah mau naek angkot tapi kemaren tiba tiba saja saya di ajak sama 3 orang laki
    Yg berpenampilan urakan dan udah sepatu baya says langsung mau naek padahal daya sedang pesa. Grabcar kalu saya naek angkot tersebut yg di salamanca cuma ada saya dan 3 laki tersebut mereka ngobrol terus satu sama lain dn ada yg di belakng saya tiba tiba menepak plunging saya setelah itu saya tidak sadara lagi pasar nyampe pasar rebo kata 3laki laki itu .mbk udah nyampe pasar rebo .lalu says turun dengan gk sadar saya naek angkot T15 jurusan pondok ranggon dan di dalam angkot T15 gak ada penumpang lain selain saya lalu saya mau ambil uang pas saya lihat resleting tas saya terbuka lebar lebar yg pada ahirnya dompet saya hilang dan emas saya sebesar 20 grm hilang .padahal saya ke Jakarta niat mau jual emas mau buat modal usaha di kampung karana dulu beli enaknya di jakrta kalau di jual di kampung meskipun ada surabaya rugi banyak nyesek banget udah lagi jaman corona sya gak kerja sudah 3 bln karana ka tor belum dapat izin buka oleh pemerintah eh malah kecopetan saya nagis sejadi jadinya karana mau gimana lagi coba mana punya angsuran belum lagi gak kerja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here