Kisah Kyai Pamungkas: Nyawa Selamat Karena Ayat Kursyi

0
185

KISAH KYAI PAMUNGKAS:
SELAMAT DARI CELAKA KARENA AYAT KURSYI

Tak jarang, ada berbagai kejadian gaib seolah datang dengan sendirinya kepada lita. Dan hanya puji syukur saja yang dapat saya panjatkan malah kepada Allah SWT Sang Penguasa segala alam, tak terkecuali alam gaib. Dan peristiwa di bawah ini merupakan salah satu kejadian gaib yang saya alami belum lama ini.

Sore itu, saya sengaja bertandang ke rumah Kyai Pamungkas yang merupakan salah seorang spiritual muda yang mukim di Condet Jakarta Timur. Karena kebetulan teman lama. kami pun ngobrol ke sana kemari. Mulai dari masalah biasa sampai ke masalah yang bersinggungan dengan dunia gaib. Saat itu Kyai Pamungkas yang juga merupakan teman lama banyak berbagi pengalaman tentang masalah-masalah gaib mulai dari masalah jin, malaikat, orang-orang sholeh yang masih tetap hidup sampai sekarang ini sampai masalah gaib yang mampu membuat bulu kuduk berdiri.

Setelah cukup lama berbincang-bincang, saya pun mohon diri dan berniat pulang. Namun entah mengapa tiba-tiba saat sampai di rumah salah seorang teman lain yang bernama Andi Wijaya, perasaan untuk mampir barang sejenak datang dan tak tertahankan lagi. Dan begitu masuk ke dalam, aura yang berbeda di dalam rumah itu pun langsung terasakan. Amat menyengat. Semula keadaan itu tak terhiraukan.

Kami pun terlibat dalam perbincangan sejenak sekedar mengikuti kata hati. Benar saja, belum sampai sepuluh menit ada di sana, tiba-tiba saja dari arah samping kanan seberkas sinar dengan warna yang tak begitu jelas menerpa kepala. Untung saya masih sempat mengelak.

Sejauh ini tuan rumah tidak tahu dengan apa yang terjadi. Sementara saya pun tidak terlalu menanggapi karena saya pikir adalah hal biasa bila kedatangan kita disambut oleh kejadian-kejadian seperti itu. Kami pun tetap berbincang-bincang seperti sedia kala.

Karena hari telah beranjak sore, tak lama kemudian saya pun mohon diri dan kembal ke rumah. Sejauh itu tak ada hal aneh yang terjadi. Baru pada malam harinya saya merasa gelisah dan cukup sulit untuk memejamkan mata. Sesuatu yang tidak biasanya saya alami.

Ketika baru saja memejamkan mata, diantara sadar dan tidak, entah dari mana datangnya tiba-tiba saja di kamar saya berkelebat bayangan hitam. Tak lama kemudian sesosok tubuh berwarna hitam berdiri tegap di depan saya. Karena kondisi alam bawah sadar saya yang berada antara terjaga dan 5 tidak membuat saya tidak dapat melakukan apa-apa kecuali menatap sosok yang ada di hadapan saya.

Perlahan-Iahan sosok hitam itupun menunjukkan wujud aslinya. Seorang Iaki-laki mengenakan pakaian berwarna merah dengan ikat kepala khas yang juga berwarna merah. Di tangannya terhunus sebuah pedang pendek semacam golok yang sepertinya siap diayunkan kepada saya. Saya hanya bisa pasrah karena memang dalam keadaan seperti itu, tak ada yang bisa dilakukan selain meminta perlindungan kepada Allah SWT. Laki-Iaki itu menatap saya dengan mata merah menyala menunjukkan kemarahannya. Saya tidak tahu apa yang ia inginkan dan apa salah saya hingga ia begitu marah. Beberapa saat kemudian, saat ia akan mengayunkan goloknya, tiba-tiba saja dari dalam Iemari yang ada di dekat ranjang muncul seberkas sinar putih yang langsung menghadang pria gaib itu. Sinar putih itupun menunjukka wujudnya, hanya saja dalam bentuk seorang kakek tua dengan perawakan sedang mengenakan pakaian dan sorban putih dengan jenggot yang juga berwarna putih. Sebuah tasbih sempat saya lihat di antara jari-jari tangan kanannya.

Begitu wujudnya terlihat sempurna, sang kakek langsung menyerang pria gaib itu. Pertarungan gaib pun tak dapat dihindari. Percikan api dan larikan sinar keluar dari tubuh keduanya dalam pertarungan yang cukup sengit. Antara percaya dan tidak, saya seperti disuguhkan pertarungan dalam sebuah film.

Namun semua itu tak berlangsung lama. Tidak sulit bagi sang kakek yang berpakaian putih itu mengalahkan Ielaki gaib yang entah datang dari mana. Sebuah sinar putih keluar dari tangan kakek dan langsung menghantam pria gaib itu. Ia terpental dan selanjutnya hilang begitu saja.

Saya terkagum-kagum dengan apa yang terjadi. Kakek itupun menoleh kepada saya. Wajahnya begitu teduh membuat siapa saja yang memandangnya akan merasakan kedamaian. Kakek itu tersenyum kepada saya dan kemudian menghilang dalam bentuk cahaya putih yang masuk ke dalam lemari. Tempat pertama ia keluar.

Sesaat kemudian saya sadar dan terjaga. Namun saya tidak terlalu memperdulikan hal ini. Saya pun kembali memejamkan mata. Keesokan harinya, entah mengapa hati saya tergerak untuk membaca AI-Qur’an yang ada di dalam lemari. Ketika membuka AI-Qur’an, saya begitu terkejut. Sebuah kertas putih yang terlipat rapi ada di halaman paling belakang. Ketika saya buka, ternyata isinya adalah bacaan Ayat Kursyi. Di sebelah kanan terdapat tulisan Allah dan di sebelah kiri terdapat tulisan Muhammad. Sementara di sisi kanan atas, kanan bawah, kiri bawah dan kiri atas berturut-turut tertulis nama empat kulafaurasyidin yaitu Abu Bakar, Ustman, Ali dan Umar yang kesemuanya berupa huruf arab gundul.

Saya yakin kalau itu bukan milik saya. Sayapun bertanya pada seisi rumah, namun semuanya mengatakan tak merasa memiliki kertas bertuliskan ayat Kursyi tersebut. Rasanya memang tidak mungkin kalau ada orang yang dengan sengaja meletakkan tulisan Ayat Kursyi tersebut mengingat Al Qur’an itu berada dalam tempat yang cukup aman.

Saya kemudian pergi ke rumah Kyai Pamungkas karena saya merasa dari sanalah awal semua cerita ini, khususnya yang berkenaan dengan sinar gaib yang sempat menyerang saya. Ketika sampai di rumah Kyai Pamungkas, saya benar-benar terkejut. Di sanalah satu sudut ruangan terpajang sepasang patung adat berwarna coklat dengan mengenakan ikat kepala. Saya amat-amati dengan seksama ternyata patung pria yang ada di sana sama persis dengan yang mendatangi saya semalam. Patung itupun dilengkapi dengan golok seperti yang dibawa pria gaib semalam. Saya tertegun dibuatnya. Kemudian saya bertanya kepada Kyai Pamungkas perihal patung tersebut.

Menurut Kyai sudah beberapa hari ini patung itu mengganggu tidurnya seperti minta dibersihkan kerena memang sedikit kotor. Masih menurut Kyai patung tersebut sudah ada sejak kakeknya masih muda dan merupakan pemberian dari seorang dokter. Patung itu sendiri diperoleh dari Bali. Apakah pakaian yang dikenakan merupakan pakaian khas Bali? Kyai tak bisa memastikan. Dengan demikian kalau dihitung-hitung bisa saja patung tersebut berumur lebih dari satu abad.

Dengan demikian terjawab sudah pertanyaan saya tentang siapa gaib yang mendatangi saya semalam, tak lain dan tak bukan jin yang tinggal di dalam patung tersebut. Mengenai keberadaan sosok kakek gaib berpakaian putih yang telah menyelamatkan saya dari niat jahat pria gaib itu, saya sempat menanyakan kepada Kyai Pamungkas. Dia yakin kalau itu adalah khadam Ayat Kursyi. Lalu siapakah yang telah memberikan kertas bertuliskan Ayat Kursyi tersebut kepada saya? Kemungkian adalah jin muslim atau pun orang sholeh yang masih hidup dan tak ingin keberadaannya diketahui orang banyak.

Apapun jawabannya, saya merasa belum pantas untuk menerima titipan sebesar ini. Mungkin kejadian ini merupakan isyarat sekaligus pesan kepada kita semua untuk senantiasa menjadikan Ayat Kursyi dan amalan kebaikan lainnya sebagai benteng dan senjata dalam mengalahkan kebatilan. #KyaiPamungkas

Paranormal Terbaik Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here