Kisah Kyai Pamungkas: Makam Keramat Ganceng

0
186
Ilustrasi

Kisah Kyai Pamungkas: Pengalaman Menegangkan di Makam Keramat Ganceng

Sebagai lelaku spititual yang harus selalu mengupdate wawasan kebatinan, khususnya bidang supranatural, rasanya Kyai Pamungkas tidak pernah dapat beristirahat dalam berburu berbagai kisah ataupun hal-hal menarik yang bernuansa mistik.

Oleh karena itulah pada setiap kesempatan Kyai Pamungkas selalu berusaha untuk menjelajahi setiap sudut tanah atau tempat yang tidak pernah dijamah oleh masyarakat pada umumnya. Disinilah letak tantangannya.

Bak dituntun suatu kekuatan yang tidak kasat mata dalam melakukan perjalanan spiritual kali ini, Kyai Pamungkas menemukan suatu kejadian lain dari biasanya yang membuat naluri ingin menggali lebih jauh.

Saat itu kebetulan Kyai Pamungkas sedang menginap di rumah saudara yang daerahnya memang cukup sejuk dan masih terlihat seperti hutan, karena di daerah ini tidak banyak orang yang bermukim di sana. Tepatnya di daerah Cilangkap, Jawa Barat.

Tatkala kepala terasa penat, di samping hari sudah larut malam, membawa Kyai Pamungkas terbuai ke alam mimpi yang indah. Namun tiba-tiba saja Kyai Pamungkas beranjak bangun karena terganggu suara berisik orang yang sedang mengobrol.

Sepintas lalu Kyai Pamungkas mendengarkan percakapan orang-orang yang pada waktu itu berada di ruang tamu. Lantaran obrolan itu tentang cerita mistik membuat Kyai Pamungkas tertarik dan ikut dalam perbincangan panjang itu. Pembicaraannya tentang suatu tempat yang banyak di datangi oleh orang-orang untuk meminta jodoh dan kekayaan dunia.

Ketika matahari telah kelihatan wajahnya di ufuk timur, Kyai Pamungkas berangkat pagi-pagi sekali ke tempat yang semalam dibicarakan. Setelah sampai ke lokasi tujuan, terlihat suatu tempat yang menyerupai bangunan rumah yang besar dan cukup mewah. Apabila dilihat dengan mata biasa, tempat ini bukan seperti tempat yang dikeramatkan. Tetapi kalau dipandang dan diteropong dengan kekuatan batin, akan terasa tempat ini memiliki aura yang cukup besar.

Beruntung pada kali ini Kyai Pamungkas bertemu dengan seorang wanita setengah baya yang mengaku masih keturunan Mbah Buyut Ganceng yang dikeramatkan di situ. Menurut penuturan ibu tersebut, Mbah Buyut Ganceng adalah seorang yang berilmu linuwih pada zamannya. Lantas, mengapa dikeramatkan? Menurutnya, kala itu Mbah Buyut Ganceng sedang bersemedi di daerah ini setelah beberapa lama, akhirnya Mbah Buyut Ganceng menghilang entah ke mana. Yang ada hanyalah sebongkah batu yang berukuran sangat besar. Lain halnya dengan Mbah Buyut Kerudung yang dikeramatkan pula di sekitar area makam keramat itu. Masih menurut ibu tadi, alasan mengapa dinamakan Mbah Buyut Kerudung karena sama seperti Mbah Buyut Ganceng, ketika ia bertapa di daerah itu, setelah beberapa lama iapun menghilang dan hanya meninggalkan sebuah kerudung berwarna putih, itulah sebabnya oleh masyarakat dinamakan Mbah Buyut Kerudung.

Banyak peziarah yang datang ke tempat ini. Kyai Pamungkas menemui salah seorang peziarah yang datang

“Untuk apa saudara datang ke makam keramat ini?” tanya Kyai Pamungkas ingin tahu.

“Kami datang ke tempat ini untuk mendapatkan karomah dan berkah dari pemilik makam keramat ini,” jawab peziarah itu.

Ilustrasi

Perlahan-lahan namun pasti, Kyai Pamungkas mencoba mengorek keterangan mengenai niat dan ritual yang sebenarnya dilakukan para peziarah di tempat ini.

Salah seorang peziarah yang menolak menyebutkan namanya menuturkan bahwa sebenarnya mereka datang ke makam agar berhasil memenuhi keinginannya menjadi kaya. Menurutnya, mereka sudah bosan hidup dalam kemiskinan, karena merasa diremehkan dan dikucilkan orang Iain. Selanjutnya, ia

mengetahui bahwa kedatangannya ke tempat ini karena teman-temannya yang sebelumnya pernah datang tet nyata berhasil menjadi kaya itu karena seringnya berziarah dan melakukan ritual khusus tersenduri.

Dalam perjalanan kali ini, Kyai Pamungkas juga berhasil mencari keterangan dari penduduk yang tinggal di sekitar Makam Keramat Ganceng ini, yang bernama Muhammad Cahyadi. Menurutnya, di tempat ini sering terlihat hantu pocong yang sering berdiri di pinggir jalan menuju makam keramat. Oleh karena itu tidak jarang orang-orang yang melewati jalan ini, baik untuk ke daerah lain maupun untuk ke lokasi makam keramat ini, sering melihat hantu pocong yang berdiri di pinggir jalan. Maka dari itu masyarakat menamakan makam ini dengan nama Makam Keramat Pocong.

Dari sejumlah keterangan yang Kyai Pamungkas dapatkan, membuat semakin penasaran terhadap keangkeran tempat keramat ini, termasuk pula kesakralannya. Maka dari itu, Kyai Pamungkas datang kembali pada malam harinya.

Ketika Kyai Pamungkas menyambangi kembali tempat ini pada malam hari yaitu malam Rabu, sekitarjam 23.15 WIB, ternyata tempat itu sepi tidak ada peziarah yang datang. Syukurlah, beberapa saat kemudian ada seorang warga setempatyang datang ketempat itu.

Kemudian Kyai Pamungkas bertanya kepadanya.
“Mas, mengapa tempat ini sepi, sedangkan biasanya tempat ini selalu ramai dikunjungi orang?”

“Hari ini malam Rabu. Jadi tidak ada orang datang ke tempat ini. Kalau saja mas datang ke tempat ini pada malam Selasa, malam Kamis atau malam Jum’at, pasti Mas akan bertemu banyak peziarah yang datang. Bahkan sampai ada yang menginap di sini sampai pagi,” jawab orang itu.

Memang kali ini Kyai Pamungkas gagal menemui peziarah yang datang tapi kami tidak mau melewatkan kesempatan baik ini untuk melakukan ritual tertentu di tempat ini. Dengan dltemani 2 orang teman, Kyai Pamungkas melakukan ritual khusus untuk membuka tabir gaib di tempat ini. Ketika ingin memulai ritual tersebut, tiba-tiba saja ada secercah cahaya putih yang terbang melesat menuju ke pohon besar yang ada dipinggir makam dan kemudian cahaya itu masuk di bawah pohon besar yang dikenal dengan pohon beringin raksasa.

Dengan segera kami menghampiri tempat di mana cahaya itu berasal, Karena Kyai Pamungkas yakin bahwa seberkas cahaya tadi berbentuk sebuah keris pusaka. Namun belum juga Kyai Pamungkas dan kawan-kawan sampai ke tempat di mana cahaya itu berhenti, kira-kira 3 meter Iagi. Kami terpental ke belakang hingga beberapa meter, seperti terasa ada yang menghantam tubuh Kyai Pamungkas dan teman-teman. Kyai Pamungkas beserta teman-teman merasakan dada sesak. Bahkan salah seorang teman Kyai Pamungkas Iangsung menjerit kesakitan. Dengan segera Kyai Pamungkas yang juga masih terasa sakit di dada menghampiri teman yang kesakitan itu dan memberikan pengobatan dengan menyalurkan tenaga dalam, agar dia lebih tenang dan hilang sakitnya. Alhamdulillah, keadaannya segera membaik.

Ilustrasi

Setelah itu Kyai Pamungkas mulai memusatkan pikiran. Sesaat kemudian terlihat sesosok makhluk halus. Kyai Pamungkas segera menduga kalau makhluk halus tersebut merupakan penguasa Makam Keramat Ganceng tersebut.

Sambil beruluk salam terlebih dahulu, Kyai Pamungkas mulai melakukan kontak batin dengan penguasa Keramat Ganceng.Sosok makhluk yang berbentuk manusia, itu tampak memakai pakaian hitam-hitam disertai dengan sabuk berwarna hitam pula.

Dari dialog batin yang dilakukan, Kyai Pamungkas mengetahui bahwa mereka memang penguasa Keramat Ganceng ini dan mengaku bernama Mbah Buyut Dalem Ganceng. Di samping itu, muncul juga sosok lainnya yang bernama Mbah Kerudung yang menempati lokasi bangunan makam di sebelahnya.

Ketika Kyai Pamungkas menanyakan lebih jauh Iagi, ternyata Keramat Ganceng juga didiami oleh bangsa jin yang bernama Kyai Buyut Tubagus Alam dan sesosok ular siluman yang bernama Ki Ageng Gede Naga Balong, yang menempati pohon raksasa tempat di mana seberkas cahaya tadi berhenti.

Kemudian Kyai Pamungkas bertanya tentang kejadian yang dialami tadi bersama teman-teman sewaktu ingin menghampiri tempat di mana cahaya putih itu berhenti.

Dengan suara yang sangat keras dan kasar, salah satu dari penunggu Makam Keramat Ganceng ini yaitu penjelmaan ular siluman yang menempati pohon beringin raksasa itu menjawab,

“Aku yang tadi menyerang kalian. Karena kalian tidak minta izin terlebih dahulu padaku untuk mengambil keris pusaka di sini. Kalau ingin mengambil keris tersebut, kalian harus mengalahkan kami yang menguasai tempat ini,” jawab siluman ular itu.

“Sebenamya kedatangan kami kemari bermaksud baik dan tidak Iain hanyalah ingin berziarah ke makam keramat yang ada di sini,” jawab Kyai Pamungkas dengan halus. Tetapi ketika kami ingin memulai membaca doa tiba-tiba ada cahaya yang datang menuju ke pohon besar ini. Setelah kami menyadari bahwa ternyata cahaya itu tidak lain adalah keris pusaka Keramat Ganceng, maka kami ingin mengambilnya. Tetapi kalian malah menyerang kami hingga menyebabkan salah satu teman kami kesakitan.”

Kemudian Kyai Pamungkas melanjutkan, “Tetapi baiklah. Apabila kalian memberikan syarat harus mengalahkan kalian sebelum kami bisa memperoleh keris pusaka tersebut, maka akan kami terima tantangan itu.”

Kyai Pamungkas memberikan isyarat kepada salah seorang teman untuk menjaga yang sakit. Karena itulah, kini Kyai Pamungkas seorang diri harus melawan para penunggu dan penguasa Keramat Ganceng ini.

Yang pertama mulai menyerang Kyai Pamungkas adalah sosok ular siluman besar dengan ekornya yang panjang. Ular itu mengibaskan ekornya untuk menyerang, tetap serangan itu tertahan oleh kekuatan dari cahaya berwarna putih yang merupakan pagar gaib yang Kyai Pamungkas siapkan sebelumnya.

Ular siluman itu kembali menyerang bertubi-tubi dengan kibasan ekornya yang kuat. Andaikan saja mengenai tubuh manusia yang tidak mempunyai ilmu yang cukup lumayan tentu akan berakibat fatal.

Semua seran itu bisa ditahan oleh pagar gaib yang melindungi tubuh Kyai Pamungkas, kemudian dengan melafalkan beberapa doa, kyai melakukan serangan balik. Beruntunglah, serangan ini berhasil menghantam ular siluman itu, terpental jauh menggelepar, tetapl tldak lama kemudian ular siluman itu bangkit lagi dan kembali menyeran. Kali ini ular siluman Itu dibantu oleh penunggu Keramat Ganceng Iainnya yaitu jin yang bernama Kyai Buyut Tubagus Alam.

Serangan gabungan itu mem punyai kekuatan yang sangat besar sehingga saat menghantam pagar gaib yang menyelimuti Kyai Pamungkas, terjadilah adu kekuatan hebat. Pagar Kyai Pamungkas bisa ditembus oleh serangan gabungan itu. Akibat dari beradunya serangan itu dengan pagar gaib ini membuat Kyai Pamungkas terpental jauh.

Seketika dari mulut Kyai Pamungkas mengeluarkan darah pertanda mengalami luka yang cukup serius. Dengan bersusah payah kyai bangkit dan membaca doa-doa memohon pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa. Alhamdulillah saat itu juga datang secercah cahaya putih berbentuk keemasan menghampiri kyai. Sesaat kemudian berubah menjadi sesosok tubuh berjubah putih, yang tidak lain adalah leluhur Kyai Pamungkas.

Ilustrasi

Sosok leluhur itu menyuruh kyai dan juga teman-teman untuk pergi dari tempat ini segera. la berjanji akan menyelesaikan masalah yang sedang Kyai Pamungkas hadapi.

Saat itu juga kyai dan teman-teman berjalan tergopoh-gopoh karena merasakan sakit pada seluruh tubuh, pergi meninggalkan tempat itu. Semua tidak tahu apa yang dilakukan oleh leluhur itu pada waktu meningggalkan tempat keramat Ganceng.

Alhamdulillah, setelah beberapa hari Kyai Pamungkas dan teman-teman berobat untuk menyembuhkan luka dalam yang dialami bisa sembuh seperti semula.

Beberapa hari kemudian, pada suatu malam ketika Kyai Pamungkas sedang melakukan sholat tahajud mendapat kabar gaib dari leluhur bahwa masalah pada malam Selasa di makam Keramat Ganceng sudah terselesaikan dengan baik. Menurut kabar gaib itu keris yang pada waktu itu akan diambil disana dalam waktu dekat ini akan segera Kyai Pamungkas dapatkan.
#KyaiPamungkas

Paranormal Terbaik Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here