Kisah Kyai Pamungkas: Diculik Gendruwo

166
1204

Kisah Kyai Pamungkas:
DICULIK GENDRUWO

Warga Dusun Sukoreno tiba-tiba gempar! Betapa tidak, Warno, 58 yang baru saja kembali dari mencari isterinya yang sudah tiga hari tidak pulang, rumahnya dipenuhi asap.

Warno berteriak-teriak, “Kebakaran kebakaran! kebakaran!”

Para tetangga pun berhamburan mendatangi dengan membawa ember penuh air untuk memadamkan api. Tapi apa daya, walau asap memenuhi rumah bahkan sampai membumbung ke luar, tetapi, sumber apinya tak pernah kelihatan.

Akhirnya, Warno masuk ke dalam rumahnya yang masih dipenuhi dengan asap. Bau menyengat dari barang yang terbakar langsung menyergap hidungnya. Sementara orang-orang yang berdatangan tak bisa berbuat apa-apa. Sumber api yang mereka cari tetap saja tak bisa diketemukan, akhirnya warga Dusun Sukoreno, Desa Sukosewo, Kec. Gandusan, Kab. Blitar, membiarkan asap itu pelan-pelan menghilang tertiup angin.

Di tengah kepekatan asap yang menyelimuti rumahnya, samar, Warno melihat ada asap agak tebal mengepul dari almari pakaiannya. Dengan serta merta Warno pun membukanya. la pun terkejuti. Betapa tidak, semua pakaian yang tersimpan rapi di dalam almari telah menjadi arang. Peristiwa aneh tetapi nyata itu langsung saja menyebar. Ada sebagian orang berpendapat, mungkin kejadian itu mempunyai hubungan dengan hilangnya Katemi, 56 yang sudah tiga hari tidak pulang ke rumahnya…

Seiring dengan datangnya senja dan para tetangga masih memenuhi rumah, mendadak, Warno melihat Katemi sedang berjalan dengan gontai menuju rumahnya.

Dan sosok itu terjatuh tak sadarkan diri ketika kakinya menapaki serambi. Melihat kejadian itu para tetangga yang ada segera bertindak untuk menolongnya. Dan tubuh Katemi langsung diangkat ke dalam untuk mendapatkan perawatan seperlunya.

Setelah mendapat perawatan seperlunya, esoknya, Katemi menceritakan pengalamannya selama diculik genderuwo. Hal itu wajar, rumah Katemi dekat dengan Urung-Urung (hutan kecil) yang oleh masyarakat sekitanya masih dianggap angker. Maklum, Urung-urung yang merupakan cagar alam yang tak seberapa luas itu masih dipenuh oleh pepohonan yang sangat lebat dimana di dalamnya terdapat mata air yang mengalir, menurut kepercayaan masyarakat, sumber air yang berada di bawah pohon Apak di tengah-tengah Urung-Urung itu adalah perkampungan para genderuwo.

“Awalnya saya hanya mencari kayu bakar di sekitar pohon Apak,” demikian Katemi mengawali ceritanya.

“Siang itu, di bulan Juli tahun 1988, saya menemukan kayu kering memanjang yang tersangkut di antara pohon yang satu dengan pohon lainnya. Dahan kering itu kemudian saya potong jadi dua dan saya seret pulang. Dan sesampainya di halaman, kayu itu saya potong lagi dan langsung saya pakai untuk memasak. Saya tak punya pikiran apa-apa tentang kayu kering itu. Malamnya, sehabis maghrib, tiba-tiba ada beberapa orang hitam dengan mata merah menyala mendatangi saya yang sedang berada di dapur. Saya sangat ketakutan, di samping tinggi besar, seluruh tubuh orang hitam itu dipenuhi bulu,” tambahnya.

Katemi yang ketakutan tidak lagi dapat menghindar, saat makhluk itu menangkapnya. Ia pun berusaha untuk meminta tolong. Tetapi apa daya, salah satu makhluk itu membungkam mulutnya. Dalam waktu sekejap, Katemi telah dilemparkan ke suatu tempat. Tempat yang temaram dan amat asing baginya.

Kini di depannya duduk sesosok makhluk yang lebih menyeramkan. Berperawakan tinggi besar, mata bulat menyala, gigi menyeringai kehitaman yang dibatasi oleh bibir tebal berwarna merah tua dan dikerumuni banyak makhluk yang sejenis dengannya. Saat itu, ia benar-benar tak tahu jika dirinya sedang dikepung oleh genderuwo.

“Orang ini yang membakar pakaian Ki Demang yang sedang dijemur,” demikian kata salah satu makhluk yang menangkap Katemi. Suaranya serak, hingga menggetarkan gendang telinga Katemi.

Katemi amat ketakutan, tanpa sadar, ia pun ngompol! Ia hanya pasrah dan berdo’a memohon pertolongan dari Tuhan.

“Kalau begitu bakar saja, dagingnya kita makan,‘” sambut Ki Demang.

”Tunggu, pakaian apa yang saya bakar? Saya tidak pernah merasa menemukan dan membakar pakaian” bantah Katemi nekat.

“Kamu goblok! Dahan yang kamu bawa pulang itu jemuranku. Di situ ada pakaian yang ikut kamu bakar, goblok!” Bentak Ki Demang sambil mencambuk tubuh Katemi.

Katemi menggeliat kesakitan. la mencoba menentang dengan kata-kata, “Yang goblok itu kamu dan rakyatmu. Sebagai manusia, saya tak pernah melihat milikmu. Atau buat jemuran yang lebih tinggi agar saya tak bisa menjangkaunya”

“Diam!” Teriak Ki Demang sambil mencambuk Katemi. Ia benar-benar marah. Sementara, yang lain bersorak kegirangan. Di tengah-tengah kesakitan dan ketakutan yang mendera, mendadak Katemi dapat akal.

“Kalian boleh mencambuk saya sampai mati. Tapi ingat, manusia pasti akan membakar daerah ini. Dan jika ada yang melawan, Mbah Suro Genthelut pasti akan memusnahkanmu. Ingat itu. Ayo cambuk kalau berani,” tantang Katemi.

Kata-kata ini benar-benar mujarab. Ki Demang, bahkan genderuwo yang lain menjadi ragu untuk bertindak.

“Pasung!” Demikian perintah Ki Demang.

Kini, Katemi pun terpasung. Mendadak, dari mulutnya ke luar kata-kata ancaman, “Kalau sampai tiga hari aku tidak pulang, mbah Suro Genthelut pasti akan marah. Kalian pasti dihajar!”

Kembali para genderuwo itu terdiam. Ketika Katemi ditanya hukuman apa yang layak diterimanya, dengan lantang ia menjawab, “Jika dicubit, maka, manusia membalas dengan cubitan pula.”

Jawaban katemi membuat para genderuwo harus berunding barang sejenak. Akhirnya, Ki Demang memutuskan untuk membalas dengan cara membakar pakaian milik Katemi. Seiring dengan terbakarnya pakaian di rumah Katemi, genderuwo itu juga melemparkan tubuhnya. Begitu bangun, Katemi pun tersadar. Bahkan, dengan dua ayunan langkah ia sudah tiba di serambi rumahnya. Walau di sana hanya serasa beberapa jam, ternyata, telah tiga hari Katemi meninggalkan rumahnya.

Ternyata tak hanya Katemi, waktu kecil, Nasroh, 34, juga mengalami hal yang sama ketika ia bermain-main di sekitar Urung-Urung. Kala itu, ia merasa diajak oleh neneknya. Dan tiga hari kemudian, ia diketemukan sedang duduk di dahan pohon Sawo yang tumbuh di pinggir Urung-Urung. Suatu hal yang tak mungkin bisa dilakukan oleh lelaki dewasa sekalipun.

Bahkan, salah seorang warga dusun mengatakan kepada Paranormal-Indonesia.com, “Akhir-akhir ini, genderuwo Urung-Urung sering usil. Mereka sering mencuri pakaian dalam wanita yang sedang di jemur. Esoknya, barang-barang itu sudah ada di pucuk bambu yang cukup tinggi.”

Bukan tak mungkin, para genderuwo itu masih dendam atas tindakan Katemi yang secara tak sengaja membakar pakaian milik Demang-nya. Dan hal itu dibenarkan oleh mbah Suro Genthelut. “Kalau mereka sampai mengganggu manusia lagi, aku siap menghajar atau mengusir mereka dari Urung-Urung. Tapi demi kelestarian hutan kecil dan sumber air sebagai penghidupan manusia, maka aku tidak akan mengganggunya,” ujarnya menutup pembicaraan. ©️KyaiPamungkas

Paranormal Terbaik Indonesia

166 KOMENTAR

  1. I do not even know the way I stopped up right here, however I thought this submit was once good. I don’t know who you’re however certainly you’re going to a famous blogger when you aren’t already 😉 Cheers!

  2. of course like your website but you need to check the spelling on quite a few of your posts. A number of them are rife with spelling issues and I to find it very troublesome to tell the reality on the other hand I’ll certainly come again again.

  3. Hey very nice site!! Man .. Excellent .. Amazing .. I’ll bookmark your blog and take the feeds also…I’m happy to find numerous useful info here in the post, we need work out more techniques in this regard, thanks for sharing. . . . . .

  4. I really wanted to write down a small message to appreciate you for some of the fabulous tips you are giving here. My incredibly long internet investigation has now been rewarded with really good suggestions to go over with my great friends. I would claim that many of us site visitors actually are very much endowed to exist in a great website with many lovely people with good techniques. I feel very much blessed to have encountered your entire web pages and look forward to plenty of more fun moments reading here. Thank you once again for a lot of things.

  5. As I am looking at your writing, slotsite I regret being unable to do outdoor activities due to Corona 19, and I miss my old daily life. If you also miss the daily life of those days, would you please visit my site once? My site is a site where I post about photos and daily life when I was free.

  6. Accepted by many online casinos – there are many online casinos that now support accepting GCash deposits. The understand that to make playing easy, GCash must be an offered form of deposit and withdrawal. How can it not be, when every Filipino is using it? Live dealer casinos are more relevant than ever. Players crave live communication during the game, those who can live with them the moment of excitement and winning. Therefore, many casinos have added games to their functionality that offer to play with real dealers. Thus, using a special chat, the player can communicate with real people, discussing the course of the game or talking about other popular topics, thereby having a beneficial and fruitful time. These casinos also accept GCash as a payment method and allow you to withdraw your winnings using GCash. https://www.iraqorange.com/community/profile/magaretrodman09/ Whether you play cash games or tournaments, you’ll want to set aside a small bankroll to begin. Many online poker sites will give you a bonus if you play a certain amount of hands. This way, you can build up the points needed to unlock the bonus. By following these guidelines, you’ll be able to play poker online without having to spend too much of your own money. There’s no better way to learn the game than to take online poker training. Yes, you can play poker online for real money. Sign up at a reputable poker room or casino site and deposit funds to get started. You’ll convert the money in your account to a chip stack that you can play with at the table. All your winnings are automatically tracked and can get withdrawn on the cashier page. If you are a player from the US, you can play poker online at a trusted offshore online cardroom. Most of these sites aren’t licensed in the US, but are licensed in the country you live in. These sites accept poker players from most countries and have a reputation for fairness. This is an ideal option if you’re looking for a safe and legal online gaming experience. But keep in mind that there are also many illegal online gambling sites.

  7. 真正的发明人同样传奇,是 MIT 教授爱德华·索普(Edward Thorpe)。就是他开启了数学虐 21 点的时代。 21点扑克牌游戏的规则就是需要将排面相加形成21点来获得最后的胜利,如果实在不能够获得21点,也可以通过相加牌面来靠近21点提升自己的获胜概率,游戏的过程中到最后比… 您可以在百乐达斯娱乐场玩如下游戏 玩大表哥的时候还挺喜欢打德州扑克的 终极德州扑克类似于传统扑克,不同之处在于玩家与庄家对抗而不是彼此对抗。如果玩家的五张牌是三张 (Trips) 或更好,则有一个可选的奖金赌注支付赔率。底注和盲注是针对庄家进行的,而 Trips 是针对已公布的赔付表而不是庄家的手牌。我们还提供流行的 Bad Beat Bonus 边注。 http://pasang101.go.th/web/community/profile/lorraineponinsk/ By Dolphin Browser 4、有象棋、麻将、消除、塔防、休闲等丰富的游戏类型。大师聚集,准备探索卡技能。 如果说2017年是剧本杀1.0的话,那么2018年到2019年就是百花齐放的2.0时代,涌现出许多经典作品,甚至可以说,现在玩的经典剧本杀都是这段时间出来的,比如《豪门惊情》系列、《三千鸦杀》《蛊魂灵》《年轮》《鸢飞戾天》《苏荷》等。在这个阶段,剧本杀不仅剧情丰富,玩法也有突破,各种新规则、新套路让玩家眼花缭乱,应接不暇。 FacebookTwitterYoutube Gamesofa Inc. 热搜也就罢了,有些媒体还把居家的日子描绘成了“梦寐以求”,说成都人居家的日子里,日常的节奏慢了下来,但市民们发现,原来在平时生活中,许多我们想做却来不及做的事,都能在这些日子里,得以实现。

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here