Kisah Kyai Pamungkas: Jodoh Lenyap Karena Dendam

85
683

Kisah Kyai Pamungkas:
JODOH LENYAP KARENA DENDAM

Sejak Nani masih kecil, kami sudah hidup mapan. Alhamdulillah rejeki cukup lancar mengalir. Di desa Wilapak, Tugu Singa, kabupaten Musi Banyuasin. Usaha angkutan truk yang dikelola oleh Bang Mualim, suamiku, maju pesat. Dari dua buah truk yang kami beli berdasarkan pinjaman bank, dalam waktu lima tahun truk kami sudah berjumlah 20 buah. Usaha angkutan umum itu melibatkan banyak tenaga kerja dari kampung kami. Mulai dari tenaga supir, kernet hingga ke montir dan pegawai kantor, semua diambil dari kampung. Cita-cita suamiku memang sejak dulu ingin berusaha yang bisa bermanfaat bagi warga kami. Artinya, semua tenaga kerja yang dipakai adalah murni warga daerah. Pak Bupati pun, sangat mendukung usaha ini. Pertimbangannya tak Iain bisnis kami itu dapat menampung banyak warga penganggur di kabupaten kami. Belakangan, malah Pak Bupati memberi penghargaan khusus pada Bang Mualim karena jasa-jasanya di kabupaten Musi Banyuasin.

Selain Bupati, Pak Camat dan Pak Kades juga sangat menghargai kiprah kami yang banyak menciptakan lapangan kerja. Sebab selain usaha angkutan, ada lagi usaha kami yang bersifat padat karya, melibatkan banyak tenaga kerja, yaitu usaha perkebunan kelapa sawit dan palawija.

Tapi sayang, pro dan kontra selalu saja ada di kaki langit ini. Di luar yang senang pada kami, yang benci karena iri kepada kesuksesan kami pun banyak. Ada yang merasa bersaing dan kalah, ada yang sakit hati karena tak dapat pinjaman uang dari perusahaan dan macam-macam. Yang sakit hati soal pinjaman uang itu adalah pak Akthat Miharja, saudara sepupu Mualim, suamiku.

Sebenarnya Akhdiat Miharia sudah beberapa kali hutang uang dalam jumlah cukup besar pada Mualim. Tidak kurang empat kali dia ngutang, tapi selama itu dia tidak membayar. Karena bolak balik pinjam, saat dia minjam ke empat kali, Mualim tidak lagi memberi.

“Bayar dulu hutang lamamu, baru kau ku kasih lagi pinjaman baru” bujuk Mualim, saat pak Akhdiat Miharja mau pinjam lagi sejumlah Rp 50 juta.

Karena Mualim ngotot tidak memberikan pinjaman baru, Akhdiat pun merajuk. Dia pulang tanpa pamit dengan muka penuh emosi. Sambil berlalu, Akhdiat mengancam. “lngat Mualim, aku bisa berbuat apa saja biar keluargamu jadi menderita. Aku akan bikin kau sekeluarga jadi sengsara seumur hidup!” bentaknya.

Kami hanya mengurut dada mendengar ancaman itu. Pikir kami, Akhdiat mau bikin apa kepada kami, hingga disebutnya bahwa kami akan sengsara seumur hidup.

“Kami tidak takut ancaman orang seperti kau yang tidak pernah sholat dan tidak beramal dan bisanya ngutang saja!” jawab suamiku, pada Akhdiat, yang nampak juga emosi.

Menurut hemat kami, sumpah serapah orang yang kurang beriman, kurang sholat dan kurang amal, tidak akan seampuh sumpah orang yang rajin sholat, rajin beramal dan kuat imannya.

Dugaan kami itu ternyata keliru. Akhdiat memang tidak menggunakan kekutannya, tetapi menggunakan keahlian seorang dukun santet untuk menyantet keluarga kami. Pertama-tama Akhdiat melibatkan jasa dukun bernama Uwak Ujang, 80 tahun, ahli santet yang tinggal di Talang Linggis. Akhdiat minta Uwak Ujang untuk menyantet Mualim supaya busung perutnya lalu meledak dan mati.

Tapi santet yang dilancarkan oleh Uwak Ujang mampu ditangkal oleh Kyai Dullah, 79 tahun, guru ngaji Mualim yang pandai mendeteksi santet dan melemahkan sekaligus. Usaha kedua Uwak Ujang, diarahkan kepadaku. Aku dikirimi paku, jarum dan silet ke dalam otak kecilku hingga aku terus menerus pusing kepala dan migren. Untunglah, Kyai Dullah dapat mengeluarkan benda itu dan aku selamat dari ancaman maut.

Yang ke tiga adalah usaha Uwak Ujang dibalikkan oleh Kyai Dullah padanya. Yaitu, saat Uwak Ujang dan membuat laki-laki tua itu melintir kepanasan. Setelah Uwak Ujang mengaku salah dan minta maaf pada kami, akhirnya rasa panas itu mendingin dan Uwak Ujang pun menyatakan kapok praktek santet lagi. Tujuh hari setelah kejadian itu, Uwak Ujang meninggal dunia karena ketabrak speedboat saat dia berperahu di Sungai Musi.

Kalau Uwak Ujang minta maaf dan menyesali perbuatannya, berbeda dengan Akhdiat. Diam-diam, setelah Uwak Ujang mati, Akhdiat pergi ke tanah Jawa untuk menemui seorang dukun santet, ahli ilmu penutup jodoh di Indaramayu.

“Ilmu Sangkal Jodoh tidak mudah terdeteksi dan gampang sekali menembus sasaran!” kata seorang ahli santet daerah kami, saat hal itu dibahas dengan Kyai Dullah.

“Nani anak satu-satunya perempuan kalian itu pastilah terkena santet gantung jodoh itu. Soalnya, semua syarat sebagai wanita dia lengkap. Cantik ada padanya, pintar juga ada padanya karena dia lulusan S1 UNSRI Palembang Falkultas Ekonomi. Ia anak orang terkaya di kabupaten ini. Kurang apa Iagi? Tapi anehnya, dia tidak punya pacar dan tidak ada satupun yang melamarnya” kata Kyai Dullah, pada Mualim dan aku.

Karena diyakini terkena Ilmu Sangkal Jodoh yang dilancarkan oleh Akhdiat lewat pakar santet Indramayu itu, maka kami memutuskan untuk membeli calon suami untuk Nani. Tapi apa yang terjadi, ada 10 orang yang dilamar, tak seorang pun ada yang berminat. Sampai-sampai orang miskin pun, tidak mau dibeli sebagai suami Nani.

Padahal secara pendidikan laki-laki yang mau dibeli itu rendah, tidak ganteng dan juga tidak punya pekerjaan. Setelah diselidiki, ternyata semua laki-Iaki yang akan dibeli itu tidak melihat wajah anakku itu cantik. Bahkan bukan hanya buruk, tapi juga muka anakku itu selalu terlihat seram. Setiap waktu si calon suami melihat wajah Nani, wajah itu berubah seperti wajah monyet. Mukanya buruk, kotor dan hitam berkoreng. Padahal kenyataan yang kami lihat dan dilihat orang lain yang bukan untuk dilamar, anakku itu tetap cantik dan bersih.

Kyai Dullah mengaku menyerah, karena berulang kali dia mendoakan agar anakku dapat jodoh dan tetap tidak dapat, maka Kyai itupun angkat tangan. Dia menyerah.

“Sebaiknya cari dukun pemilik Ilmu Sangkal Jodoh di Indramayu itu dan minta maaflah pada Akhdiat, mudah-mudahan santet itu dapat dicabut dan Nani pun akan dapat jodoh” kata Kyai Dullah, dengan wajah yang kalah.

Berdasarkan saran Kyai Dullah, kami minta maaf pada Akhdiat dan mendatangi pula dukun santet yang di sinyalir berada di belakang kasus sangkal jodoh anak kami. Sayang, Akhdiat tidak mau memaafkan dah dia juga tidak mengakui bahwa dia menyuruh orang pintar menutup jodoh anak kami.

“Fitnah itu, fitnah! Aku bisa menuntut kalian menyebarkan fitnah dan mencemarkan nama baik. Aku akan laporkan kalian ke polisi. Kalian akan diseret ke meja hijau!” bentak Akhdiat.

Jangankan mau mengerti persoalan kami, Akhdiat malah naik pitam bahkan mengancam kami ke pengadilan. Jalan satu-satunya yang dapat ditempuh akhirnya kami pergi ke Indramayu. Tapi dukun yang dimaksud menyangkal pula kalau dia melakukan pengiriman ilmu itu.

“Tidak betul saya menyantet orang. Saya ahli pengobatan alternatif, bukan dukun santet. Kalau saya dukun santet, saya pastilah akan dihabisi warga. Sekarang dukun santet banyak diincar untuk di bantai” kata Aba Gimpang, sebutlah begitu, laki-Iaki berambut panjang sebahu yang berumur sekitar 68 tahunan itu.

Kami berusaha mencari orang pintar yang bisa menolong. Tidak kurang 15 dukun kami datangi, tapi tak satupun ada yang berhasil. namun terakhir, kami berkenalan dengan Kyai Pamungkas, seorang kyai muda kelahiran Jombang, yang juga lulusan pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, yang bisa memberi petunjuk.

Jalan yang dituntunkannya pada kami adalah membeli sebuah kandang berisi empat ekor sapi. Satu kandang yang harus berisi empat sapi, semua sapi haruslah Iaki-laki. Setelah keliling dan tidak juga dapat, kami akhirnya bertemu kandang sapi dengan empat sapi jantan di daerah Gelumbang, Kabupaten Oki.

Sapi milik Haji Hasan Ramlan itu langsung kami beli dengan uang dua kali lipat harga semestinya. Setelah dapat empat sapi dengan satu kandang itu, Ustadz dari Jombang itu kami datangkan dengan pesawat lewat Bandara Talangbetutu langsung ke lokasi kandang di Gelumbang.

Ritual pun langsung dilakukan selama satu hari satu malam dengan mengundang seluruh anak yatim sekitar daerah itu untuk makan-makan dan diberi bekal uang dan pakaian. Ke empat sapi diberi nama, Uwak Ujang, Aba Gimang dan Akhdiat Miharja. Sedangkan sapi yang satunya, adalah nama suamiku, Mualim dan sapi terakhir itu tidak dipotong.

“Sapi bernama Mualim ini harus dipiara oleh Nani anak tunggal kalian dan dia yang memberi makan di belakang rumah” perintah Ustadz Jombang pada kami.

Perintah itu pun kami jalani. Nani yang paling tidak suka sama sapi karena baunya yang tak sedap, terpaksa merawat sapi itu dan lama kelamaan disenanginya.

“Mualim nama sapiku, yang artinya dia adalah bapak kandungku” kata Nani, bercanda pada kami.

Setelah ritual itu, keajaiban pun terjadi. Tiba-tiba datang seorang pengusaha Brunai Darussalam datang bertamu ke rumah membawa anak lajangnya berumur sama dengan Nani. Anak bujangan bernama Ramli Sabar itu langsung tertarik dan ngotot minta pada bapaknya agar dapat dinikahkan dengan Nani.

Mereka sama-sama lajang tua, yang istilah sekarang disebut jomblo. Karena Nani juga tertarik, akhirnya pernikahan pun kami atur bersama-sama. Resepsi perkawinan itu dilaksanakan dengan meriah di Gedung lslamic Center Brunei Darussalam. Kini, kedua pasangan situ mukim di sebuah rumah permanen di Kota Lama Brunei Darussalam dan mereka nampak bahagia. Santet gantung jodoh anakku, ku yakini sudah berakhir di situ. Terima kasih Allah! #KyaiPamungkas

******************************************

Kyai Pamungkas melayani penggunaan Ilmu Sangkal Jodoh ini, namun dengan wawancara ketat, kami pastikan keilmuan itu tidak digunakan untul kejahatan. Kami hanya melayani penanganan ilmu ini untuk tujuan baik, misalnya menjaga pasangan dari gangguan PIL/WIL, beda kota/pulau/negara dengan pasangan, dll.

Paranormal Terbaik Indonesia

85 KOMENTAR

  1. Excellent post. I was checking constantly this weblog and I am impressed! Extremely useful information specifically the last part 🙂 I deal with such information a lot. I was looking for this certain info for a very lengthy time. Thank you and good luck.

  2. Thank you, I’ve recently been searching for information about this subject for ages and yours is the best I’ve discovered so far. But, what about the bottom line? Are you sure about the source?

  3. Hi , I do believe this is an excellent blog. I stumbled upon it on Yahoo , i will come back once again. Money and freedom is the best way to change, may you be rich and help other people.

  4. Be wary of those that only accept direct deposits from your bank account buy cialis online without a prescription Amy looked over her head and asked, Is it really here Jane Ning didn t stand up, she covered her stomach and said, Yes, the clothes are also If it gets dirty, go and buy me a set of clothes and sanitary pads, I m in a lot of pain, can you ask the hotel to prepare some brown sugar water for how many times a week can you take viagra me She spoke weakly, and Amy was also a woman, so of course she knew about menstruation

  5. Combination therapy with dapoxetine plus sildenafil appears to improve ejaculation time and erection quality in erectile dysfunction ED patients with concomitant premature ejaculation PE , a study has shown generic cialis from india Because these reactions are reported voluntarily from a population of uncertain size, it is not always possible to reliably estimate their frequency or establish a causal relationship to drug exposure

  6. Most of these patients have not been diagnosed in the past, in part because there has not been systematic screening of individuals we know are at higher risk of chronic kidney disease, including those with diabetes or atherosclerotic disease and those with First Nations or Pacific Islands heritage want buy nolvadex

  7. F and G Caspase 8 was downregulated using siRNA in MCF 7 cells, which was followed by treatment with TRAIL 100 ng mL for 24 h F, and in CAMA 1 cells followed by treatment with zVAD FMK 20 ОјM, LCL161 10 ОјM, and TRAIL 100 ng mL for 24 h G side effects of doxycycline Quantitation of berberine chloride in human urine by use of selected ion monitoring in the field desorption mode

  8. On the other hand, playing poker for free isn’t fun. There are no stakes. People don’t take it seriously. Just as I couldn’t get excited about winning blackjack against the frog, completely “free poker” is boring. (I played blackjack in one of ICE Poker’s many random free casino parties.) But thanks to the tournament structure that aligns skillful play with higher rewards, ICE Poker doesn’t feel empty or frivolous. “ICE Poker has created something new. It’s in the middle of those two categories,” says Iceyyy. “You have the potential to earn real money, but you’re not risking anything out of pocket.” You can still go to casinos in New Vegas, such as Atomic Cowboy, Vicki and Vance, Sierra Madre, and Ultralux. These places host some story events and offer players the chance to play slots, roulette, poker, and blackjack. https://andrekeuj320875.vblogetin.com/17692054/sos-game-real-money-slot-machine This game’s retention rates put it into the bracket with the top 25% of casino games (GameAnalytics). In comparison, the top 2% of games in the genre manage to keep as much as 60% of players on day 1. That’s almost twice as much as Slotomania. The casino slots real money games also feature free spins, which are basically the free spins that allow you spinning the reels without using the real cash, while you have the chance for winning huge prizes. The bonus games are similar to free spins as these are randomly triggered and these often have a mini-level that you play, while you collect prizes and awards that are generous. Not all the games feature bonus games but the bonus games offer a lot of prizes. There are nudges as well, which is basically pushing the symbols into the places so you could form the winning combinations. The nudges are not always available and certain casinos use these as the additional bonus feature that boosts players’ luck!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here