Kisah Mistis: Puncak Khayangan Barat Ketigo

1
4

Puncak Khayangan Barat Ketigo

Ada dua jalan untuk menuju ke Puncak Khayangan Barat Ketigo. Yakni dari jembatan Kretek atau dari wilayah Parangtritis. Dan suatu perjalanan wisata alam pun langsung akan menyergap dan mampu menyejukkan sukma yang selama ini penat dengan problem ….

Sejak belok kiri dari Losmen Anoman, di depan Paranormal-Indonesia.Com langsung saja terlihat jalan kecil berkelok naik turun dengan pinggiran tebing yang curam seolah siap memangsa siapa pun yang jatuh ke dasarnya. Dan dari dataran tinggi itu, maka kita akan melihat kawasan laut kidul dengan sangat jelas. Suatu pesona alam yang amat memikat hati.

Dan diketinggian pegunungan hutan rakyat, terdapat sebuah tempat yang dikenal dengan nama Puncak Khayangan. Menurut tutur masyarakat setempat, konon setelah menemukan pakaian kawidodarennya dari Sendang Mbeji, Dewi Nawangwulan pun naik ke tempat ini untuk menuju ke Khayangan. Tapi entah kenapa, nuansa mistik di tempat yang memiliki kisah demikian melegenda terasa amat tipis. Bahkan sulit untuk dideteksi.

Setelah dianggap cukup, perjalanan pun Paranormal-Indonesia.Com lanjutkan untuk mencari makam Barat Ketigo. Setelah menapaki pinggir jalan pegunungan dan harus mendaki jalan setapak yang cukup tinggi, maka tibalah kami di makam yang begitu terkenal namun keadaannya terasa sangat jauh dari kesan terawat. Tak ada keindahan dalam penataannya. Betapa tidak, gundukan semen yang berjumlah tiga buah itu hanya dinaungi oleh beberapa pohon kamboja. Si bunga kuburan.

Mbah Endro, warga Projotamansari, mengatakan, “Makam Barat Ketigo itu sudah ada sejak zaman pra sejarah. Sayang, tokoh yang satu itu kurang jelas asal-usulnya. Tapi dari yang saya dengar, ia adalah salah satu pedanyangan yang tadinya tinggal di Semarang, dan pindah ke Kretek.”

Menurut tutur, kepindahan Ki Barat Ketigo yang tadinya mukim di Semarang, karena mengikuti junjungannya, Dewi Nawangwulan yang sengaja pindah dari Pesisir Utara ke Laut Kidul untuk nyawiji atau bergabung untuk menjadi Tri Tunggal dengan Khanjeng Ratu Kidul. Dan ketiganya adalah, Dewi Kilisuci, Dewi Nawangwulan, dan Khanjeng Nyai Ratu Kidul.

Ternyata, penyatuan ketiga ruh sakti itu diikuti pula oleh masing-masing. wulu cumbu. Yakni, Ki Barat Ketiga yang merupakan wulu cumbu terkasih dari Dewi Nawangwulan, Ki Barat Wojo, wulu cumbu Dewi Kilisuci- dan Ki Baju Barat, wulu cumbu dari Khanjeng Nyai Ratu Kidul. Mereka menyatu menjadi persenyawaan yang tunggal dan sekaligus menjadi satu nama. Ki Barat Ketigo. Agaknya, inilah yang menyebabkan kenapa di petilasan ini di bangun tiga cungkup yang sederhana.

“Dahulu yang paling sering berziarah ke tempat tersebut adalah dua pelawak kakak beradik yang paling terkenal dari Yogyakarta. Ki Gito dan Ki Gati, yang populer dengan sebutan Gito-Gati.” jelas pak Kajito, kuncen makam Syech Maghribi.

Rasa penasaran untuk menguak tabir gaib yang terasa kental di lokasi sederhana ini, membuat Misteri mengajak beberapa sahabat yang tergolong piawai di dalam menguak dunia maya. Ketiganya adalah, Ki Atmo Saidi, Djoko Piturun, dan Bogel. Dan setibanya di sana, maka, mulailah Ki Atmo Saidi yang ditunjuk sebagai sesepuh rombongan mencoba menembus dunia maya Barat Ketigo.

Di dalam keheningan sukma yang berpadu dengan ketenangan raga, terjadilah percik-percik gesekan magnetis otak untuk menembus dimensi lain yang sebenarnya menyatu di dalam hidup dan kehidupan manusia. Dan tak berapa lama kemudian, akhirnya, tirai gaib pun terbuka juga. Dan, salam pembuka pun terucap secara bersamaan dari mulut kami.

Kini, di depan kami tampak tiga lelaki yang mengenakan pakaian serba biru sedang duduk bersila dengan sangat tenang. Ada kemiripan di raut wajah mereka. Muda dan tampan, sementara aroma mewangi menebar di sekitarnya. Aroma harum bunga melati.

“Salam tabik … Ki, bolehkan Andika tahu nama Aki semua?” Tanya Ki Atmo Saidi.

Yang di tengah langsung saja berkata sambil balik bertanya, “Aku adalah Barat Ketigo. Sedang yang di sebelah kananku Kakang Barat Wojo, sedang yang ini adalah Adi Baju Barat. Dan ada apa Andika datang ke tempat ini?”

Ki Atmo Saidi pun menjelaskan, bahwa kedatangan kami tak lain untuk melakukan penulisan tentang jejak budaya spiritual yang ada dikawasan ini. Alhamdulillah, tampaknya, ketiganya tak keberatan. Dan dari dialog gaib yang dilakukan oleh Ki Atmo Saidi, akhirnya didapat keterangan bahwasanya aura yang ada di tempat ini amat cocok untuk segala urusan percintaan. Bahkan, dengan sukarela Ki Barat Wojo menuturkan, “Bila digunakan untuk memikat lawan jenisnya, maka, orang itu harus mengambil sepasang bunga kamboja dari lokasi ini. Dan setelah itu, mohon kepada Gusti Allah, agar ditemukan jodohnya atau ditujukan langsung kepada seseorang.”

“Tak cukup sampai di situ. Setelah itu, bunga yang satu dibungkus dengan kain biru, sedang yang satunya dibuang di perempatan jalan yang terdapat di dekat raaumah atau yang biasa dilewati oleh orang yang dituju. Dan sudah banyak yang tertolong di dalam urusan asmara di tempat ini,” lanjutnya.

“Yang terbaik, saat tengah malam mandi dahulu di Sendang Kasihan yang terletak di Bantul. Setelah itu, baru dilanjutkan berziarah ke petilasan Barat Ketigo,” jelas Ki Atmo Saidi.

Dan lebih lanjut dikatakan, “Pasangan Ki Barat Ketigo yang bernama Nyai Ageng Rekso Niti ternyata ada di Sendang Kasihan, Bantul. Dan bila aura kedua suami istri gaib ini bersenyawa, maka, akan menebarkan aura pengasih yang teramat kuat. Dengan begitu, orang yang tersenyawai akan mudah sekali menarik lawan jenisnya. Dengan kata lain, orang akan menjadi mudah menemukan belahan jiwanya.

Sebenarnya, manfaat magis makam Barat Ketigo bukan hanya untuk pengasihan atau urusan asmara saja. Sebab walau yang menonjol adalah urusan asmara, tetapi, tempat ini juga sering digunakan untuk ngalap berkah dalam urusan lain. Mulai dari urusan derajat, pangkat, rejeki, penglarisan, dan banyak lagi yang lainnya.

Dan kenyataan ini diperkuat oleh mas Utomo, seorang paranormal kota Gudeg yang sudah mangkal di Ibu Kota. Dalam suatu penuturan kepada salah seorang kliennya, ia menjelaskan, “Kalau dalam urusan jodoh, maka, berziarahlah ke Sendang Kasihan, Bantul, pada tengah malam. Kemudian, lanjutkanlah berziarah ke makam Barat Ketigo yang terletak Kretek.” Bahkan dengan gamblang, mas Utomo juga menjelaskan berbagai ubo rampe yang harus dibawa.

Dan saat Paranormal-Indonesia.Com dan para sahabat mohon diri, mendadak, ada peristiwa aneh yang terjadi. Tiba-tiba saja, kepala Paranormal-Indonesia.Com dihinggapi tiga ekor belalang daun yang lumayan besar. Dan ketiga binatang itu baru terbang dan menghilang di rerimbunan pepohonan tatkala kami tiba di tepi jalan. Dan menurut tutur para sesepuh, binatang yang ada di lokasi keramat ini tak boleh dibunuh. Pasalnya, binatang-binatang itu merupakan klangenan milik para leluhur yang mesanggrah di tempat itu. Benarkah? Hanya Allah yang mampu menjawabnya dengan tepat! ©️KyaiPamungkas.

Paranormal Terbaik Indonesia

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here