Kisah Mistis: Kesurupan di Makam Ki Tunggul Wulung

1
3

Kesurupan di Makam Ki Tunggul Wulung

Tunggul Wulung dikenal sebagai dahnyang yang menghuni Sendan Puncak Lawu. Ia adalah salah satu senopati perang andalan Manjeng
yang selalu mengenakan busana serba hitam…

Istananya terletak di puncak Lawu. Lalu, siapakah gerangan Ki Tunggul Wulung yang makamnya ada di pegunungan hutan rakyat Kretek, yang lokasinya bersanding dengan Parangtritis? Mungkinkah hanya kesamaan nama saja?

Makamnya hanya berjarak kurang lebih 300 meter dari makam Barat Ketigo. Dan untuk menuju ke puncak pegunungan dimana makam itu berada, maka, kita harus melewati tangga semen yang hanya merupakan jalan setapak. Selain itu, di sana juga terdapat sebuah gubuk peristirahatan yang sengaja disediakan untuk para peziarah. Setibanya di sana, Paramormal-Indonesia.Com melihat ada semacam pesanggrahan yang cukup luas dan terbuat dari dinding bambu. Tak hanya itu, di sana juga terdapat semacam kolam yang dimungkinkan untuk berendam para peziarah. Dan tak jauh dari kolam itu, ada cungkup batu yang sederhana. Dan nisan tanah liat sepanjang 2,5 meter ini dipercaya sebagai makam Ki Tunggul Wulung. Dan pada malam-malam tertentu, khususnya malam keramat Anggara Kasih atau Selasa kliwon, tempat ini ternyata acap diziarahi oleh para petinggi negeri.

Dan menurut penjelasan Mas Masyo, juru kunci makam Ki Ageng Selo Hening, pada zaman dahulu sebenarnya Ki Tunggul Wulung adalah manusia yang pilih tanding. Karena ketinggian ilmu kadigdayaannya, ia pun dipilih oleh Khanjeng Ratu Kidul sebagai salah satu Senopati Perang. Selain itu, ia juga ditugaskan untuk mengawal putra tunggalnya dari Prabu Sanjaya, Khanjeng Susuhunan Lawu Sepuh dan sekaligus membantu pemerintahannya di Istana Krendho Maninten Lawu.

Setibanya di tempat ini, dan kebetulan jatuh pada malam Selasa Kliwon, tepatnya tanggal 12 April 2004 lalu, kami pun bersiap-siap untuk mengadakan komunikasi dengan Ki Tunggul Wulung. Ki Atmo Saidi, mulai tampak menyatukan cipta, rasa dan karsa, menjadi satu kesatuan Tri Tunggal. Dan kemudian dimasukkan ke dalam hanong-haneng, haning.

Sesaat kemudian, terpampanglah alam maya di depan pedupaan yang mengepulkan asap setanggi harum merangsang para demit. Sosok yang muncul tampak cukup mengerikan. Mirip dengan Yeti, makhluk misterius penghuni Himalaya. Berbulu tebal berwarna hitam kecoklatan. Dan tatkala menyeringai, tampaklah taringnya yang putih.

Ketika ditatap, ia pun menjauh. Ia terus saja berjalan berputar-putar mengelilingi kami. Akibatnya, upaya untuk menghubungi Ki Tunggul Wulung jadi terganggu. Melihat keadaan itu, Ki Atmo Saidi pun langsung menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya, sementara, mulutnya berkomat-kamit merapalkan mantera. Mendadak, makhluk aneh itu terpental dan lari menjauh.

Ternyata, Ki Atmo Saidi merapalkan ajian Lebur Sakethi. Dan setelah keadaan mulai tenang, Ki Atmo Saidi pun melanjutkan semedhinya untuk menghubungi Ki Tunggul Wulung. Waktu terus berlalu. Selang satu jam kemudian, kontemplasi gaib itupun baru terjawab. Tanpa sebab yang jelas, angin kencang yang agak aneh terasa mengitari makam tempat kami bersila. Dan dugaan kami rupanya benar, sosok lelaki berpakaian serba hitam dengan menyelitkan keris di depan itu ternyata adalah Ki Tunggul Wulung. Ki Atmo Saidi langsung saja menghaturkan salam taklim.

Dari dialog dengan Ki Tunggul Wulung yang kala dihubungi sebenarnya masih ada di Sendang Kuning, dijelaskan, bahwa tempat ini merupakan pesanggrahannya bila ia sowan ngabiantoro pada Khanjeng Ratu Kidul, pada tiap tanggal 15 bulan Suro. Kecuali jika ada hal yang penting!

Menurutnya, petilasannya yang memiliki panjang sampai 2,5 meter ini adalah merupakan kuburan pusakanya yang berupa tombak rontek (tombak bendera). Agaknya, karena berciri khas – bendera hitam, maka, ia pun dikenal dengan sebutan Tunggul Wulung. Sosok yang semasa hidupnya pernah malang melintang sebagai jawara pilih tanding.

Dan lebih lanjut ditambahkan, tombak tersebut sudah merdanyang. Bahkan bukan tak mungkin, bilahnya pun sudah menjadi tanah. Kini yang tertinggal hanyalah atma gaib dari pusaka tersebut. Yang bila bersenyawa dengan orang yang sedang berziarah ke sana akan mampu mengantarkannya ke gerbang derajat dan pangkat. Akibatnya sudah dapat ditebak, para makhluk halus pun berebut datang untuk menghisap aura gaib dari pusaka tersebut. Oleh karena itu jangan heran jika di lokasi ini banyak terdapat para penghuni alam halus yang Sering membelokkan manusia yang berziarah ke tempat itu dari tujuan hakikinya — sehingga tanpa sadar mereka pun masuk ke dalam kelompok kaum yang musrik. Selintas Ki Tunggul Wulung menatap Paranormal-Indonesia.Com sambil tersenyum. Senyum yang mengisyaratkan bahwa beliau memang penghuni gaib Sendang Kuning, Lawu. Dan setelah itu, beliau pun kembali ke alamnya.

Karena dianggap cukup, Paranormal-Indonesia.Com pun menuruni bukit Tunggul Wulung, Tapi, tanpa sebab yang jelas, mendadak, Bogel tak mampu menggerakkan kaki kirinya. Mulanya kami berpikir ia pasti kram otot, Setelah diperiksa, anehnya, tak ada penegangan di Otot kakinya. Bahkan, Bogel merasakan kepanasan yang amat luar biasa…

Melihat kejadian itu, Ki Atmo Saidi pun tanggap. Ini pasti ulah Makhluk halus yang mencoba menggangu Bogel. Dugaan itu ternyata benar. Makhluk kera mirip Yeti yang tadi menampakkan wujudnya di puncak bukit Tunggul Wulung, tampak sedang memegangi kaki Bogel. Tampaknya ia ingin balas dendam atas serangan yang pernah dilancarkan oleh Ki Atmo Saidi.

Tanpa perlu berlama-lama, Ki Atmo Saidi pun kembali menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya. Tak lama setelah itu, lalu dihantamkan ke kaki Bogel. Bogel pun menjerit kesakitan. Sementara, rasa panas pun hanya sedikit berkurang. Melihat hal itu, Paranormal-Indonesia.Com terpaksa mengambil wedung yang selalu terselip di pinggang dan menempelkannya ke kaki Bogel. Alhamdulillah, tak lama setelah itu keadaan Bogel pun membaik. Hanya saja, kondisinya tampak loyo sekali.

Setelah itu, kami pun meneruskan perjalanan. Dan setibanya di rumah salah seorang warga yang baik hati, kami pun beristirahat sambil menikmati segarnya air kelapa muda. Agaknya, karena kelelahan akibat kakinya dipegang oleh makhluk gaib yang ternyata bernama Nyai Benculuk, Bogel pun tertidur dengan nyenyak. Akibatnya, kami terpaksa menunggu sampai ia bangun sebelum kembali melanjutkan penjelajahan ke tempat lain. ©️KyaiPamungkas. 

Paranormal Terbaik Indonesia

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here