Kisah Kyai Pamungkas: RITUAL GAIB PENGAMEN CANTIK PANTURA

0
74

Kisah Kyai Pamungkas:
RITUAL GAIB PENGAMEN CANTIK PANTURA

Jika Anda naik bus dari Jakarta ke arah timur, seperti ke Tegal, Semarang Surabaya, ataupun Yogyakarta, pasti akan banyak menjumpai berbagai hal yang baru. Mulai dari pedagang oleh-oleh yang mengaku sebagai langganan bus tertentu dan terkesan memaksa, Sampai pedagang asongan yang naik turun silih berganti membuat lengkap ketidaknyamanan Anda saat melepas kepenatan.

Tapi semua itu akan sirna, tatkala ada serombongan wanita yang berdandan menor menaiki bus untuk melantunkan beberapa tembang. Mereka tak ubahnya biduanita yang tampil di panggung dan bersolek bak selebritis, walau benturan kehidupan yang keras terlihat nyata di kulitnya — mereka adalah para pengamen cantik yang banyak kita temui di sepanjang ruas Pantura (Pantai Utara). Tepatnya saat bus menapaki wilayah kota Subang sampai dengan perbatasan Indramayu dan Jatibarang.

Paranormal-Indonesia.com sempat tercekat tatkala melihat salah seorang di antara mereka meminta sumbangan. Betapa tidak, hampir 98% penumpang yang ada di bus memasukkan sekadar uang ke kantong plastik yang disodorkannya. Banyak yang beranggapan kecantikan sang pengamen telah membuat banyak orang merasa tak enak bila tak merogoh koceknya. Atau mungkin ada sisi lain sehingga membuat banyak orang menjadi tak sadar ketika mereka merogoh koceknya

Paranormal-Indonesia.com yang penasaran langsung saja mengadakan investigasi untuk menguak sisi lain dari hidup dan kehidupan yang mereka jalani. Dan setelah beberapa saat berbincang, tabir itupun terkuak. Ternyata para pengamen tak hanya bermodalkan goyangan, wajah, tubuh, parfum ataupun bedak semata, sebab kebanyakan dari mereka dengan jujur mengaku selalu mendatangi dukun-dukun pengasihan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kharismanya.

Tanti, 18, sebut saja begitu dengan nada ketus berkomentar, “Kalau tidak begitu mana kita dapat uang mas!

Apalagi para penumpang sekarang pelit-pelit.”

Sosok dengan wajah manis dan bertubuh aduhai ini ternyata telah dua tahun menikmati hidup sebagai pengamen jalanan. Mulanya ia diajak oleh sang tante. Seiring dengan berputarnya waktu ia pun mencoba untuk mandiri. “Lumayan mas, hasil dari ngamen dapat untuk membeli sawah, membetulkan rumah dan menafkahi adik-adik yang masih sekolah,” kilahnya dengan wajah puas dan sekaligus bangga akan pekerjaannya.

Jika kita mau menghitung, maka, apa yang selama ini dihasilkan Tanti ternyata cukup menjanjikan. Betapa tidak, dalam rentang waktu dua tahun, ia telah mampu membeli sebidang sawah dan membetulkan rumah serta menafkahi keluarganya.

Jadi apa rahasia di balik kesuksesan seorang Tanti yang hanya menjual suara dengan cara naik-turun bus itu?

“Kalau saya jarang pergi ke orang pintar. Untuk mendapatkan daya pengasihan agar orang yang mendengar lagu yang saya bawakan merasa terhibur, maka, saya sering mandi di sendang Marongge,” imbuhnya datar.

Rupanya, para pengamen cantik itu hanya beroperasi pada siang dan sore hari saja. Buktinya, ketika melakukan perjalanan malam, Paranormal-Indonesia.com masih melihat ada beberapa pengamen cantik yang dengan lincah dan bersemangat naik-turun bus. Padahal, kala itu waktu telah menunjukkan sekitar pukul 23.45 WIB.

“Dari pada tidur, mas. Mendingan kita nglembur. Lumayan, kalau sampai jam-jam segini penghasilan kita bisa nyampe duaratus ribu perak per orang,” ungkap Yuni, bukan nama sebenarnya kepada Paranormal-Indonesia.com.

Yuni, 28, yang berkulit hitam manis juga mengaku bahwa apa yang dilakukan tak cukup hanya mengandalkan suara dan goyang pinggul sedikit seronok, tetapi, ia juga Sering menyambangi dukun pengasihan. Maksudnya tak lain, agar para penumpang tak segan-segan merogoh koceknya lebih dalam lagi. “Saya punya langganan dukun pengasihan di Subang, mas,” ungkapnya malu-malu kepada Paranormal-Indonesia.com.

Keadaan itu telah membuat Paranormal-Indonesia.com makin tertarik dengan kehidupan mereka. Di balik “ke-papa-annya” sebagai pengamen jalanan, ternyata, apa yang mereka dapat melebihi gaji seorang Sarjana yang baru mulai bekerja. Betapa tidak. Jika mereka beroperasi sampai larut malam, maka, penghasilan mereka tak kurang dari dua ratus ribu rupiah per orang. Atau delapan puluh ribu rupiah per orang, jika operasi mereka hentikan tepat menjelang sore. Agaknya, inilah yang menyebabkan kenapa dukun-dukun pengasihan yang terkenal menjadi kebanjiran order karenanya. Apalagi, hampir tiap saat jumlah pengamen yang beroperasi di jalur Pantura selalu bertambah!

Bak sudah jadi suratan alam, di balik rasa suka terdapat duka. Dan begitulah yang dialami oleh Risa, 19, salah seorang penggemar Paranormal-Indonesia.com melalui surat-suratnya. Sejatinya, ia tidak berminat untuk menjadi pengamen jalanan. Tetapi apa daya, keadaan ekonomi keluarga yang kian menghimpit, telah membuat gadis jebolan salah satu SMU ini nekat meramaikan jagat pengamen jalanan di jalur Pantura.

“Kalau bukan karena adik-adik yang masih butuh biaya sekolah, saya tidak akan terjun menjadi pengamen jalanan. Apalagi, cari kerja susah. Jadi, hanya dengan mengamenlah saya bisa mendapatkan uang,” paparnya panjang lebar di dalam suratnya.

“Sebagai pengamen jalanan, sudah tentu makan hati. Banyak lelaki iseng yang terkadang suka mencolak-colek,” lanjutnya lagi.

ltu adalah duka yang harus diterima oleh para pengamen cantik yang beroperasi di jalur Pantura. Siang malam, mereka beroperasi untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kehidupannya. Dengan caranya, termasuk olah vokal dan goyang pinggul yang sedikit seronok serta pergi ke dukun-dukun pengasihan adalah untuk memuaskan pemirsanya. Untuk itu, maka, kita wajib untuk menghargai perjuangannya. ©️ #KyaiPamungkas

Paranormal Terbaik Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here