Kisah Kyai Pamungkas: PERSINGGAHAN ARIA SARINGSINGAN MAJALENGKA

0
173

Kisah Kyai Pamungkas:
PERSINGGAHAN ARIA SARINGSINGAN MAJALENGKA

Sampai dengan tulisan ini di turunkan, persinggahan Aria Saringsingan ternyata tetap dibanjiri oleh para peziarah yang tak hanya datang dari daerah Jawa Barat saja. Bahkan, yang mukim di tempat jauh pun banyak yang menziarahi tempat yang satu ini dengan tujuan dan keinginan yang berbeda antara satu dengan lainnya.

Dan kebanyakan peziarah meyakini, jika para karuhun, leluhur dan waliyullah baik secara langsung ataupun tidak bisa membantu mewujudkan keinginan mereka yang begitu beragam. Mulai dari memperdalam ilmu kebatinan yang berkaitan erat dengan tenaga dalam, meredam agar tak banyak yang menagih (khusunya bagi yang punya banyak utang), jodoh, pekerjaan, kahliyah,dunia (kekayaan) pertanian dan banyak lagi masalah yang lainnya.

Agaknya inilah yang menyebabkan, walau suasana di persinggahan Aria Saringsingan yang terletak di Dusun Banjaran Girang, Desa Banjaran, Kecamatan banjaran, Kabupaten Majalengka, terasa wingit, tetapi banyak dikunjungi oleh para peziarah. Nuansa magis pun kian terasa. Sejak dari pintu utama yang terbuat dari tumpukan batu bata merah yang tak dilapisi semen, para peziarah diwajibkan untuk melakukan uluk salam. Dan menurut kaca mata batin Paranormal-Indonesia.com sejak dari pintu gerbang sampai dengan bangunan persinggahan dijaga ketat oleh bala tentara gaib dengan senjata lengkap. Sementara di kiri-kanan, depan dan belakang bangunan penuh dengan rimbunan pepohonan bambu yang tertata dengan apik dan asri. Sedang di samping bangunan terdapat air keramat, dan tak dari tempat itu ada sebuah bangunan yang megah bak ruang rapat sebagaimana yang kita sering jumpai di berbagai kantor.

Menurut bapak Ulis Nasir, sesepuh Banjaran Girang, bangunan yang di alam nyata dibangun dengan alakadarnya adalah tempat untuk rapat para gaib. Dan biasanya, yang datang untuk bermusyawarah di tempat itu adalah para gaib yang berasal dari Cirebon, Sumedang, Blitar, Solo, Bandung, Ciamis, dan dari daerah lainnya.Biasanya, pelaksanaan rapat dilakukan pada malam Jum’at Kliwon mulai pukul 23.00 WB. “Oleh karena itu jangan heran jika lewat dekat bangunan itu kita akan mendengar riuhnya suara,” imbuhnya.

“Bahkan, tahun sekarang, para gaib lebih sering melakukan rapat di tempat itu guna mencari jalan ke luar guna mengatasi penderitaan rakyat akibat carut marutnya perekonomian negara kita,” paparnya panjang lebar.

Menurut catatan sejarah, ternyata Aria Saringsingan yang selama ini punya daya tarik tersendiri bagi peziarah adalah seorang Panglima Perang dari kerajaan Talaga Manggung yang kharismatik. Disegani oleh kawan maupun lawan. Agaknya takdir berkehendak lain, kerajaan Talaga Manggung akhirnya berhasil dikalahkan oleh kerajaan Cirebon dan sekaligus meng-Islamkannya. Saat itu, konon senjata pamungkas Aria Saringsingan tak berdaya ketika berhadapan dengan Sunan Gunung Jati, dan sejak itu, ia menganut agama Islam dan banyak belajar berbagai ilmu kepada Susuhunan Jati.

Karena penasaran dengan berbagai kisah magis yang menyungkupi tempat itu, akhirnya, pada suatu malam Jum’at Kliwon, Paranormal-Indonesia.com berbaur dengan peziarah lain melakukan ritual bersama di tempat itu. Suasana magis langsung saja menyergap manakala khadaroh, pembacaan ayat-ayat suci dan ditutup dengan tahlil bersama sedang berlangsung — dan seusai itu, bapak Wardi, juru kunci persinggahan Aria Saringsingan pun mengingatkan, “Mintalah langsung kepada Allah SWT. Jangan meminta kepada persinggahan Aria Saringsingan. Ingat, tempat-tempat seperti ini hanyalah sarana agar kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.”

Dan lebih lanjut ditambahkan, “Biasanya, di dalam satu minggu ada sekitar lima sampai delapan orang yang menginap di tempat ini.”

Kepada para peziarah, dengan tak jemu-jemu ia selalu mengingatkan agar mereka berlaku santun di tempat ini. Apalagi hanya menumpang tidur. “Yang terpenting jangan menginap terlalu lama karena bisa mengurangi nilai ziarahnya. Cukup niat yang kuat dengan dibarengi do’a yang khusyuk. Selain itu, peziarah juga harus siap dan mampu menghadapi berbagai cobaan yang terjadi saat mereka ritual.”

“Seperti melihat ulat sebesar batang pohon kelapa, atau ulat tak berekor yang panjangnya sekitar satu meter. Dan biasanya, peziarah akan lari terbirit-birit jika yang menggoda adalah seekor katak sebesar ayam yang menari di depannya. Tapi bila kuat, Insya Allah, apa yang diharapkan oleh mereka dapat cepat terkabul,” sambungnya.

Baedi, 35, salah seorang pedagang yang berasal dari Indramayu menuturkan pengalamannya kepada Paranormal-Indonesia.com, “Saya sengaja datang untuk berdo’a dan meminta kepada Allah agar dagangan laris dan dijaga dari hal-hal yang tidak diinginkan. Dan yang tak dapat saya lupakan seumur hidup adalah, di tengah-tengah kekhusyukkan wirid, mendadak, dari dalam gordiyn keluar ulat sebesar guling. Bulunya yang lebat berduri seperti ijuk, sementara matanya yang merah menyala menatap tajam. Perlahan binatang misterius itu berjalan di depan saya. Jantung hampir saja copot. Alhamdulillah … akhirnya ulat itu menghilang dengan sendirinya.”

“Dan sejak itu, dagangan saya pun bertambah laris. Dan sampai sekarang, pada waktu-waktu tertentu saya selalu meluangkan waktu untuk datang ke tempat ini,” imbuhnya sambil mohon diri.

Berbeda dengan Amuh, 37, warga Kuningan yang juga karyawan sebuah BUMN yang berhasil ditemui Paranormal-Indonesia.com. Lelaki yang sudah mengabdikan dirinya sekitar sepuluh tahun dan mengaku karirnya sudah mentok, ternyata sudah lima hari lima malam menginap dan dibarengi dengan laku puasa mutih. “Saya sengaja ziarah ke tempat persinggahan Aria Saringsingan untuk memohon kepada Allah agar karir bisa meningkat dan kehidupan pun berubah. Terkabul atau tidak, itu semua Allah yang menentukan. Selaku manusia biasa, saya hanya berusaha,” tuturnya dengan pasrah.

Tak jauh berbeda dengan Mas Yudi, 45, lelaki asal Ponorogo, Jawa Timur, yang sengaja datang untuk melakukan ritual ke tempat itu. “Usaha saya bangkrut, sementara kebutuhan hidup terus meningkat. Itulah sebabnya kenapa saya ada di sini. Siapa tahu, apa yang saya jeritkan diijabah oleh Allah,” ujarnya sambil menitikkan air mata.

Paranormal-Indonesia.com hanya bisa tergugu. Sungguh tak dinyana, ternyata, ada yang memilih ziarah sebagai salah satu solusi didalam mereka menghadapi hidup dan kehidupan yang semakin berat ini. Yang pasti, ziarah merupakan sarana. Sedang yang menentukan hanyalah Allah semata. ©️ #KyaiPamungkas

Paranormal Terbaik Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here