Kisah Kyai Pamungkas: BERTARUNG DI LAWANG SEWU

0
96
Ilustrasi mahluk halus di Lawang sewu

Kisah Kyai Pamungkas:
BERTARUNG DI LAWANG SEWU

Bangunan ini sudah tidak dimanfaatkan manusia, Maka bangsa jin menggunakannya sebagai tempat tinggal…

Lawang Sewu (seribu pintu) merupakan gedung tua yang diresmikan pada tgl 27 Agustus 1913. Terletak di ujung Jalan Pandanaran dan Jalan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah. Gedung berkonstruksi beton ini dibangun bertahap mulai tahun 1908. Dirancang arsitek Belanda: Prof. Klinkkaner dan Prof. Quendaag,

Pada tahun 1920 dijadikan kantor perusahaan kereta api Hindia Belanda: NIS (Nederlandsch Indische Spoorweg Maschaappij). Gedung ini bercitra modern pertama di Indonesia.

Selain pintu dan lorongnya sulit dihitung, anak tangga, koridor dan ruangannya tidak diketahui jumlahnya. Di samping itu, bentuk ornamen dan kaca mozaik pada beberapa jendela berukuran besar menciptakan nuansa indah dengan warnanya yang khas.

Ketika sinar matahari menembus ruangan di bagian dalam, nampak keindahan mempesona yang terpantul dari kaca jendela bermotif warna-warni. Beragam warna seperti: merah, kuning, hijau, biru dan ungu membias indah membentuk kbmposisi lukisan, berupa gambar pendeta dan bentuk bunga. Uniknya sudut dan bidang membentuk garis dekoratif yang sangat simetris. Kerangka jendela terbuat dari bahan semacam stainless, seperti umumnya ornamen rumah kuno gaya Eropa. Pola arsitektur nampaknya dipengaruhi corak Gothic; sebuah aliran kebudayaan Eropa masa kegelapan (pra renaissance).

Bangunan Lawang Sewu

Menurut warga sekitar, pada waktu malam sering terdengar suara-suara aneh dari dalam gedung. Terkadang suara teriakan atau jeritan. Dilain waktu, tangisan menyayat hati. Konon suara itu berasal dari lorong bawah yang diduga tempat pembantaian. Dari keterangan yang kami dapat, gedung ini memang berfungsi ganda: kantor kereta api sekaligus penjara bagi kaum pejuang, itulah sebabnya pada bagian depan gedung ini dibangun monumen untuk mengenang para pahlawan kita. Terutama yang gugur dalam pertempuran paling sengit dalam sejarah kota Semarang: pertempuran lima hari.

Beberapa waktu lalu Kyai Pamungkas ditemani Bob, seorang sahabat yang memang menguasai dunia mistik, memasuki gedung ini bersama pengunjung lain. Sementara itu, seorang pemandu membuka sebagian pintu-pintu ruangan yang terkunci.

Dia membawa kami ke seluruh bagian gedung, termasuk pula lorong bawah tanah. Lorong itu lantainya agak becek. Sebenarnya, lantainya memiliki banyak tingkatan, terbuat dari bahan semen halus dan licin. Di bagian terbawah terdapat ruang bawah tanah yang cukup luas. Ruang tersebut sudah ditutup.

Menurutnya, dari salah satu ruang bawah tanah yang tertutup lantai, terdapat lorong yang panjang. Lorong atau lebih tepatnya terowongan itu konon bisa dilewati gerobak. Panjang terowongan itu sekitar dua sampai tiga kilometer. Menghubungkan ujung Lawang Sewu yang terletak di ujung Jalan Pemuda dengan ujung lainnya yang disebut Benteng Pendem.

Benteng atau bunker itu tidak pernah diketahui dimana lokasi persisnya. Hanya saja, benteng yang digunakan untuk persembunyian pada saat keadaan bahaya itu diduga terletak di kawasan Kota Lama atau di sekitar Pelabuhan Semarang lama. Diduga pada benteng inilah digunakan sebagai tempat penyiksaan.

Bangunan Lawang Sewu berbentuk huruf L, dengan ujung lancip dibagian tengah sebagai poros pintu utama. Pada pintu utama vang tegak lurus ke atas terdapat atap menara berbentuk kastil. Yang lainnya berbentuk kubah.

Sayangnya, gedung itu tampak dibiarkan merana dan tidak terawat. Padahal, gedung ini pernah hendak direnovasi untuk dijadikan hotel mewah, tapi rencana itu batal.

Selama mengelilingi hampir semua sudut gedung, Bob beberapa kali bereaksi saat melewati bagian tertentu bangunan. Melihat tingkahnya yang kadang aneh, tentu saja yang tidak paham merasa heran.

Sebenarnya Kyai Pamungkas sudah berpesan untuk tidak bersikap over agar tidak menarik perhatian. Namun kami menyadari kontak dengan makhluk gaib memang bisa membuat seseorang bertindak aneh. Misalnya saja, Bob bersikap seolah sedang bertarung dengan makhluk tak kasat mata itu. Dengan gerakan ala bencak silat, Bob berulangkali menendang dan memukul.

Sementara itu, beberapa sumber yang dihubungi sebelumnya menyebutkan bahwa di dalam gedung ini sudah sering dijadikan arena adu keberanian. Maksudnya, adanya pengunjung yang sengaja datang untuk bertaruh dengan rekannya mengenai siapa yang berani bertahan di dalam hingga pagi hari. Mereka yang berhasil hingga fajar akan menerima sejumlah uang taruhan. Bentuk perjudian ini tergolong nekad, mengingat aroma mistik yang sangat kuat menyelimuti gedung ini. Bahkan pernah seorang peserta ditemukan tidak sadarkan diri. Dia pingsan hingga keesokan harinya. Setelah sadar dan ditanyakan penyebabnya, ia mengaku tidak kuat melihat sosok gaib menyeramkan berdiri di hadapannya.

Di samping itu; mereka yang gemar judi togel banyak yang datang dan bermalam di gedung ini untuk mendapatkan nomor jitu. Anehnya, tidak pernah seorangpun berhasil memperoleh keberuntungan. Yang terjadi justru sebaliknya, diganggu makhluk halus.

Beberapa saat kemudian, kami memisahkan diri dengan pengunjung lain, agar kontak dengan penghuni gaib Lawang Sewu tidak terganggu. Sementara waktu menunjukkan pukul 17.00 sore

Pada salah satu sudut gedung, Bob mulai melakukan meditasi. Sesaat berlalu, wajah Bob berkeringat dingin dengan tubuh bergetar. Kami yang sejak tadi mengawasi merasa cemas melihat keadaannya. Kecemasan semakin menjadi ketika hembusan angin menerpa. Padahal ruang dan jendela tertutup rapat. Seketika udara terasa dingin.

Tiba-tiba terdengar ayunan langkah kaki mendekat. Langkah itu terhenti tepat dibalik pintu yang tertutup. Bob mengubah posisi duduknya. Dengan wajah tegang, ia bersikap mengeluarkan beberapa jurus pukulan. Sesaat kemudian terdengar 4 suara mendesis. Entah apa yang terjadi di balik pintu. Namun yang jelas, Bob menahan napas seolah sosok di balik pintu berupaya mendorongnya. Lalu Bob menghentakkan kedua telapak tangannya disertai pukulan ke arah pintu. Setelah itu, ia terlihat bernapas lega. Nampaknya sosok di balik pintu berhasil ditaklukkan.

“Apa yang terjadi?”

“Saya baru saja bertarung,” jawab Bob dengan wajah kecut.

“Bertarung? Dengan siapa?” tanya kami keheranan.

Ilustrasi mahluk halus di Lawang Sewu

Aneh, Bob tidak segera menjawab. ia malah mengajak kami meninggalkan gedung ini secepatnya. Akhirnya, kamipun berangkat menuju Ambarawa, sekitar sejam perjalanan dari Semarang

Semula kami tidak akan mendapat jawaban apapun seputar dengan siapa sebenarnya Bob mengaku bertarung di Lawang Sewu. Namun pertanyaan itu terjawab, sesaat menjelang pukul 24.00 malam.

Ketika itu, kami sedang berkumpul untuk sekadar berbincang-bincang bersama beberapa teman di rumah Bob. Tiba-tiba saja Bob melakukan gerakan-gerakan silat dengan melakukan pukulan-pukulan, entah ditujukan kepada siapa. Kejadian itu berlangsung sekitar 15 menit.

Kali ini, makhluk gaib itu tampaknya menguasai tubuh Bob. Tingkah Bob yang aneh dengan sorot mata tajam jeIas menunjukkan ia kesurupan. Keadaan semakin tidak terkendali tatkala ia mulai mengamuk memukul siapapun yang berusaha mendekatinya. Bahkan kursi dan meja diobrak-abrik tanpa ada yang mampu mencegahnya.

Melihat suasana semakin gawat Kyai Pamungkas, mulai melakukan upaya pemulihkan kesadaran Bob. Hanya berselang beberapa saat, tingkah Bob mulai terkendali dan gerakannya melemah. Akhirnya, ia pun pingsan.

Sekitar setengah jam kemudian, Bob siuman. Kesadarannya sudah pulih. Kami yang sejak tadi dilanda kepanikan mulai tenang.

Kyai Pamungkas yang nampaknya lega dengan kerja kerasnya, menatap kami dengan tatapan tajam; Rupanya, ia mengira kami yang berada dalam ruangan sedang mengadakan ritual khusus.

“Sebaiknya kalian tidak usah coba-coba mengundang jin,” kata Kyai Pamungkas dengan nada agak marah. “Kalian Iihat sendiri akibatnya. Kalau saja jin itu tidak pergi, teman kita dalam bahaya.”

Kami hanya tertegun mendengar penuturannya. Sungguh tidak diduga, perjalanan ke Lawang Sewu nyaris mencelakakannya. Anehnya, Bob tetap menolak memberitahu makhluk gaib yang dijumpainya.

Namun yang jelas, gedung bersejarah yang seharusnya bisa mendatangkan devisa bagi Pemda Semarang itu, kini meniadi tempat mukim makhluk gaib. #KyaiPamungkas

Paranormal Terbaik Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here