Kisah Kyai Pamungkas: BERBURU BERKAH DI MAKAM SYEKH ABD GOPUR

0
163

Kisah Kyai Pamungkas:
BERBURU BERKAH DI MAKAM SYEKH ABD GOPUR

Penduduk di desa Cigandung Pandeglang, Banten, menganggap makam keramat Syekh Abdul Gopur sebagai pepunden. Bahkan masyarakat Banten dan sekitarnya mempercayai jika makam Syekh Abdul Gopur masih mempunyai karomah dan aura mistik yang tinggi.

Tak seorangpun di dunia ini yang tidak mempunyai masalah hidup. Entah itu masalah kecil atau besar dalam tingkat keluarga, dalam kehidupan sosial atau juga di lingkungan pekerjaan. Dalam segi kehidupan sosial, politik, hukum maupun ekonomi, pemecahan masalah secara logis maupun tidak logis terkadang saling tumpang tindih yang dilakukan oleh mereka yang sedang mempunyai masalah. Hanya satu tujuan yang pasti, yuaitu terselesaikannya masalah secara tuntas, bahkan berharap lebih yaitu mendapat keuntungan dalam segala bentuknya.

Di tempat makam keramat ini, yang jauh dari akses jalan raya, Punden Syekh Abdul Gopur menjadi terkenal di kalangan pegawai atau karyawan, khususnya mereka yang berdomisili di Jakarta, Banten dan sekitarnya, bahkan tidak sedikit mereka berasal dari luar daerah ini berburu solusi memecahkan problem hidup yang susah ditemukan jalan keluarnya. Sehingga pemandangan hillir mudik orang-orang berwajah susah mudah ditemukan di lokasi Punden jika menjelang malam Jum’at.

Di punden akan ditemui sebuah makam tua dari seorang tokoh linuwih pada zamannya dan sangat terkenal oleh masyarakat Pandeglang pada khususnya dan masyarakat Banten umumnya. Syekh Abdul Gopur semasa hidupnya adalah seorang ulama dan mubalig yang menyebarkan agama Islam kepada masyarakat di sekitarnya, sehingga Syekh Abdul Gopur menjadi seorang tokoh penyebar Islam yang menjadi panutan bagi masyarakatnya pada masa itu.

Seperti halnya makam-makam keramat lain, makam keramat Syekh Abdul Gopur yang dikenal dengan keampuhannya dalam hal memberikan rezeki serta dapat membebaskan dari lilitan hutang, makam itu ternyata juga menyimpan sejuta misteri yang sampai saat ini belum terjawab.

Masyarakat setempat meyakini makam Syekh Abdul Gopur pantangan untuk diberi atap, sebab bila diberi atap maka orang yang memasangnya akan mengalami celaka. Sebagai makam seorang waliyullah, tentu yang datang ke tempat itu tidak sekedar berziarah semata. Banyak juga yang mempunyai permintaan tertentu.

Menurut juru kunci makam ini yang berpesan kepada para peziarah, jangan sampai salah ucap jika mempunyai sesuatu permintaan. “Jangan sampai meminta kepada orang yang jasadnya tertanam di tempat ini, mintalah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Jadi jangan salah kaprah, karena memang beliau tak mau dikultuskan. Beliau dulunya juga manusia seperti kita ini,” ucap juru kunci makam tersebut.

Masih menurut juru kunci, mereka yang salah ucap takkan pernah terkabul permintaannya walau bersimpuh didepan pusara sehari penuh. “Apalagi jika sampai ada yang membakar kemenyan,” dengan mimik yang serius kepada penulis Paranormal-Indonesia.com.

Keterangan yang penulis peroleh dari juru kunci dan masyarakat setempat serta para peziarah yang datang memiliki masalah besar. Mereka yang datang dari golongan pegawai atau karyawan, biasanya memiliki kasus dengan atasan atau jabatan yang terancam. Sementara itu yang lain biasanya ingin lepas dari masalah lilitan hutang piutang serta dimudahkan di dalam mencari rezeki, hingga mereka yang sedang Perhadapan dengan jerat hukum.

Salah satunya adalah kejadian yang menimpa pada seorang peziarah yang berasal dari Jakarta, datang ke lokasi punden ingin lepas dari lilitan hutang. Orang itu mengaku dikejar-kejar orang yang meminjami uang kepadanya. Karena usahanya bangkrut, tentu saja ia belum bisa mengembalikan uang. Satu-satunya alasan adalah janji-janji yang semuanya berujung tinggal janji.

Karena itu atas saran seorang rekannya, ja mendatangi makam keramat Syekh Abdul Gopur. Setelah satu kali datang ke tempat makam keramat tersebut, ia mengakui sekarang sudah tidak dikejar-kejar lagi oleh orang yang menagih hutang.

Lain lagi apa yang dialami Susi, wanita asal Bandung, ia datang pertama kalinya ke makam keramat ini, mengatakan kepada penulis jika dirinya dikejar-kejar polisi karena mempunyai masalah menghabiskan uang arisan, tapi setelah datang ke tempat ini dan mengakui kepada penulis jika pihak kepolisian tidak lagi mencari-cari dirinya.

Sementara itu, ketika berada di makam keramat itu, penulis juga menemui salah seorang bernama Slamet (28), seorang pegawai golongan lll dari Rangkasbitung. Slamet mengaku datang ke makam keramat ini untuk minta kenaikan jabatan. Awal ketertarikannya datang ke makam Syekh Abdul , Gopur karena mendapat kabar dari teman-temannya.

“Waktu itu teman saya menyarankan agar saya datang ke makam Syekh Abdul Gopur dan siapa tahu apa yang saya maksud berhasil,” ungkap Slamet.

Saat itu jabatannya berada diposisi golongan II. “Proses kenaikannya tidak lama,tidak sampai satu tahun mas,” terangnya.

Begitu keinginannya terkabul, Slamet dengan beberapa teman sekantornya mengadakan syukuran di makam keramat tersebut. Mengetahui dapat memuaskan hati nya, kini tiap bulan sekali Slamet menyempatkan diri untuk berziarah ke makam keramat Syekh Abdul Gopur. “Hitung-hitung sebagai ucapan terima kasih,” ujarnya.

Di samping makam keramat Syekh Abdul Gopur terdapat sebuah bangunan berupa kamar yang digunakan untuk sholat serta untuk melakukan semedi untuk minta petunjuk bagi orang yang melakukan tirakat di tempat makam keramat tersebut.

Menurut Abu Yunus, warga setempat, pada hari-hari tertentu banyak orang yang datang ke tempat ini hanya untuk melakukan tirakat di tempat tersebut. Sekedar untuk meminta petunjuk atau berdo’a agar sesuatu yang diharapkannya cepat terkabul. Lebih lanjut menurut Yunus, orang yang datang ke makam keramat Syekh Abdul Gopur sebenarnya tujuannya hanya satu yaitu mencari keselamatan dan kebahagian di dunia maupun di akhirat.

Namun jalan yang mereka tempuh lain-lain. Ibaratnya hidup itu hanyalah terminal yang akan menuju ke tujuan akhir. Dan untuk itu mereka selalu mencari sarana yang menyenangkan untuk menuju tempat akhir itu. Ada yang dengan jalan kaya, punya pangkat atau kedudukan. Itu semua untuk tujuan ke Yang Maha Kuasa, ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Di punden Syekh Abdul Gopur ini, penulis beserta beberapa orang peziarah asal Jakarta melakukan tirakat selama beberapa malam. Ketika melakukan tirakat di tempat ini, penulis sempat mengadakan kontak gaib dan berhasil berdialog dengan beberapa makhluk halus penunggu makam keramat Syekh Abdul Gopur.

Setelah membaca surat Yaasin sebanyak 41 x dan membaca doa kubur, serta tidak Iupa mengirimkan surat Al-Fatiha ke para Nabi, malaikat, wali, guru, kyai, ulama dan para shuhada, lalu merapal mantra gaib ditujukan kepada penguasa pepunden makam Syekh Abdul Gopur.

Sekejap kemudian aroma dupa, kembang dan minyak wangi menusuk hidung terbang ke angkasa dan entah hilang ke mana. Sekonyong-konyong ada petir di angkasa yang sangat keras mengagetkan penulis dalam merangkai mantra-mantra gaib, serta bumi tempat berpijak diguncang gempa kecil.

Masya Allah, tiba-tiba di hadapan penulis telah berdiri sesosok makhluk gaib berwujud lelaki tua berpakaian ala Arab, berjubah putih dengan jenggot panjang serta bersorban putih. Wajahnya bercambang dengan tatapan Mata sangat tajam menatap ke arah penulis yang intens dalam kontemplasi.

Dari dialog yang kami lakukan, sosok gaib itu mengaku bernama Syekh Maulana Maghribi. Dia adalah sebangsa jin Muslim asal Arab dan merupakan khodam dari Syekh Abdul Gopur sekaligus penjaga makam keramat ini. Selain jin Syekh Maulana Maghribi, di tempat ini masih ada lagi jin yang lain, di antaranya jin yang bernama Kyai Tubagus Sulaiman. Dalam pandangan batin penulis, visualisasi Kyai Tubagus Sulaiman, lelaki tua berpakaian hitam ala Muslim masa lalu. Sosok itu juga bersorban hitam, juga merupakan khodam dari Syekh Abdul Gopur.

Syekh Maulana Maghribi mengatakan bahwa sebenarnya tempat ini bukan untuk meminta jabatan, harta, serta untuk tempat melepaskan kesulitan hidup. Tetapi tempat ini adalah makam dari seorang manusia yang merupakan walinya Allah SWT.

“Jadi janganlah tempat ini dijadikan tempat untuk menuju kemusyrikan, Tetapi jadikanlah tempat ini untuk bertafakur kepada Allah SWT dan tempat untuk mengingat akan kematian. Jika kalian mempunyai kesulitan hidup, berdoalah dengan penuh keyakinan serta berserah dirilah kalian kepada Allah SWT, Sang pemilik kehidupan ini. Insya Allah do’a kalian akan terkabul,” ujarnya. Tempat ini hanya sarana untuk mendekatkan diri dan bermunajat kepada Yang Maha Kuasa, sedangkan permintaan hanya wajib ditujukan kepada Allah.

Itulah hasil pertemuan batin yang penulis lakukan dengan Syekh Maulana Maghribi, jin penunggu makam keramat Syekh Abdul Gopur. Di balik alam realitis yang sehari-hari kita hadapi, ternyata ada sesuatu kehidupan lain yang jauh dari jangkauan ralitas.

Begitulah para penghuni makam keramat, mereka merupakan sebuah fenomena yang layaknya kita sikapi dengan bijak, bukan lantas mengkultuskan apalagi mengeramatkan tempat tersebut. Tentang kebenaran semua misteri yang menyungkupi makam keramat Syekh Abdul Gopur, tentu saja hanya Tuhan yang mengetahuinya secara pasti. ©️#KyaiPamungkas. 

Paranormal Terbaik Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here