Kisah Kyai Pamungkas: MISTERI TIKUNGAN KARANG ANYAR

0
35

Kisah Kyai Pamungkas:
MISTERI TIKUNGAN KARANG ANYAR

Tiap hujan rintik-rintik, tikungan yang bentuknya sama dengan ladam kuda dan terletak di desa Karang Anyar, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, selalu saja membuat pengendara motor atau mobil berdarah-darah.

Karena tak pernah merenggut korban jiwa, maka, pantas jika tikungan yang bentuknya sama dengan ladam kuda itu mendapat julukan tikungan berdarah. Kepada Kyai Panungkas, Syahbandi Siregar, 38, menceritakan pengalaman pahit yang pernah menimpanya. “Saat itu hujan rintik-rintik. Dan saya mengendarai motor dengan kecepatan sedang. Anehnya, begitu roda menapaki tikungan, mendadak saya melihat jalan terbelah menjadi dua. Ketika sedang menimbang jalan mana yang harus diambil, tiba-tiba motor sudah terperosok ke pinggiran tikungan yang memiliki kedalaman sekitar empat meter.”

Berbeda dengan Yanto, 27, direntang bulan Juni 2000 lalu. Saat itu waktu menunjukkan pukul 17.00 WIB. Ia yang selama ini tak pernah mengalami gangguan penglihatan, tiba-tiba, pandangannya kabur tatkala motor yang dikendarainya menapaki tikungan Karang Anyar. Tabrakan dengan mobilpun tak dapat terhindarkan. Dan sang isteri tercinta yang membonceng pun terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit akibat cedera berat yang dialaminya.

Sedang pada tanggal 13 Mei 2003, kembali tikungan berdarah meminta korban. Kali ini dua anak manusia terpaksa dilarikan dan bahkan harus mejalani perawatan intensif di Rumah Sakit akibat luka-luka yang dideritanya. Dengan kecut, si pengendara yang enggan menyebutkan jati dirinya berkata, “Saat itu baru pukul sembilan pagi. Dan hujan turun rintik-rintik. Ketika kami melewati tikungan itu, mendadak bandangan saya kabur. Dan ketika saya mengerjapkan mata beberapakali, tabrakan pun tak terhindarkan.”

Beberapa peristiwa tersebut di atas membuat tim kami yang datang dari Jawa tergelitik untuk melakukan investigasi. Apalagi masyarakat sekitar sering melontarkan kata-kata, “Cak mano yo kecelakaan iko, ko di simpangan Karang Anyar iko terjadi dengan wajar atau ada makhluk gaib yang mempengaruhinyo?”

Ilustrasi penampakan mahluk halus

Akhirnya, setelah mempersiapkan ubo rempe secukupnya, kontemplasi pun segera dilakukan oleh Kyai Pamungkas fan tim. Tak perlu berlama-lama. kini di depan kami telah berdiri seorang pemuda bertubuh tegap dan berwibawa. la mengaku bernama Eyang Cokro Wibowo. Penguasa gaib desa Karang Anyar. Dengan gamblang dikatakan, “Hal itu terjadi akibat ulah hantu wanita usil yang bunuh diri pada tahun 1978, akibat ditinggal oleh kekasihnya yang menikah dengan wanita lain.”

“Biasanya gangguan terjadi saat ia teringat akan sakit hatinya waktu hidup di dunia dulu,” imbuhnya sambil mohon diri.

Esoknya, Kyai Pamungkas dan tim mendatangi Eyang Tomo seotang sesepuh setempat yang mukim di sekitar tikungan Karang Anyar. “Seingat saya, di tempat itu belum pernah ada yang bunuh diri, kecuali kecelakaan yang merenggut nyawa seorang wanita muda,” katanya sambil mengernyitkan dahi.

Terlepas dari silang pendapat antara bunuh diri dengan kecelakaan, yang jelas, sampai dengan tulisan ini di turunkan banyak yang sering melihat penampakkan sosok wanita cantik dan anggun di tikungan itu. Apakah Anda seorang yang memiliki nyali cukup besar untuk mengetahuinya? Selamat mencoba! #KyaiPamungkas

Paranormal Terbaik Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here