Kisah Kyai Pamungkas: MAKAM KERAMAT EYANG BALUNG TUNGGAL CIANJUR

0
225

Kisah Kyai Pamungkas:
MAKAM KERAMAT EYANG BALUNG TUNGGAL CIANJUR

Seperti biasa, silang pendapat tentang makam yang satu ini terjadi di tengah-tengah masyarakat. Karena ada sebagian yang berpendapat bahwa makam itu cuma sebuah tanda, jadi tak ada jasad atau apapun yang dikubur di dalamnya. Meski begitu, yang jelas, makam ini tetap dikeramatkan oleh masyarakat. Buktinya, makam itu dipelihara dan dipagar dengan rapih. Kali ini, penelusuran Paranormal-Indonesia.com mendapatkan banyak kendala, betapa tidak, tak ada seorang pun yang bisa memberikan keterangan ihwal sejarah makam ini. Bahkan tak ada seorang pun yang mengaku mengurus apalagi memagarinya. Dengan kata lain, makam ini diurus oleh masing-masing peziarah sejak puluhan tahun lalu. Artinya, siapa yang berziarah, maka, ia wajib membersihkan atau memperbaiki pagarnya jika terlihat rusak.

Menurut masyarakat, walau tak jelas sejarahnya, tetapi makam yang satu ini ternyata mempunyai magnit yang amat kuat untuk menyedot peziarah. Paling tidak, tiap minggu sekali, di makam ini dapat dipastikan ada peziarah yang datang untuk berbagai maksud dan keperluan. Pengakuan masyarakat itu tampaknya wajar, sebab di tengah makam itu terdapat bekas perapian yang masih sering dipakai — selain itu, di sana juga masih tampak taburan bunga yang baru saja layu. Dan tak hanya itu, puntung rokok kretek dan lisong juga banyak bertaburan di sana.

Menurut tutur yang berkembang, sudah banyak orang yang berhasil mengejar cita-citanya setelah berziarah ke makam Eyang Balung Tunggal. Meski begitu, Enjang, warga Cidaun, menegaskan, keberhasilan seseorang tak lepas dari ijin Allah. Apapun yang dilakukan oleh seseorang, termasuk berziarah, keberhasilannya ditentukan oleh izin Allah. Dengan kata lain, permintaan di mana pun itu diucapkan atau dipinta harus tetap ditujukan kepada Allah. “Makam atau penghuninya itu cuma perantara. Sebenarnya yang mengabulkan semua doa itu adalah Allah semata,” jelas Enjang.

Lebih jauh Enjang menjelaskan, biasanya, makam keramat Eyang Balung Tunggal banyak diziarahi oleh orang yang hendak mencari kerja, jodoh, meningkatan karier dan usaha. Tapi ada pula orang yang datang ke makam ini untuk mencari atau menyempurnakan ilmu kedigjayaannya. Misalnya ilmu terawangan, hipnotis, pelet sampai ke ilmu santet. Untuk hal yang satu ini, si peziarah akan melakukan meditasi di makam ini sampai beberapa malam guna menunggu wangsit. “Namanya orang, mereka datang ke makam dengan harapan bisa minta apa Saja yang diinginkannya,” tutur Enjang dengan penuh sesal.

Menurutnya, ihwal kekeramatan makam ini sudah ia dengar sejak masih kecil. Maklum, waktu itu ia sering bermain-main di pantai dekat makam. Apalagi, salah seorang sahabatnya pernah mengalami peristiwa yang mengerikan di makam itu. Waktu itu, Rahmat, sebut saja begitu, tengah meditasi di makam Eyang Balung Tunggal. Dan sejak sore, ia telah mempersiapkan segala keperluannya termasuk untuk memanggil penghuni gaib makam keramat itu.

Prosesi dimulai Rahmat sejak pukul 20.00 WIB, niatnya, ia akan minta nomor togel dan sekaligus petunjuk pekerjaan untuknya. Tapi, hingga lewat tengah malam, apa yang ditunggu-tunggu tak juga muncul. Kertas putih yang disediakan di depan pedupaan tetap saja putih. Tak ada angka jitu di sana! Yang ada hanyalah nyamuk dan binatang malam yang sesekali berbunyi menakutkan dari dalam hutan Jayanti.

Namun, menginjak pukul 01.00 WIB, terjadilah peristiwa yang mengerikan itu. Di tengah kantuk yang teramat sangat, tibatiba, matanya menangkap bayangan hitam muncul dari balik semak-semak Hutan Jayanti. Rahmat tersentak. la langsung mengucek-ngucek matanya, dan rasa kantuk pun kontan hilang. Bayangan samar itu berjalan perlahan mendekatinya. Dan ketakutan Rahmat makin menjadi-jadi, ternyata bayangan itu membentuk sesosok makhluk hitam setinggi 3 meter.

Di depan Rahmat yang terkesima, makhluk itu berkacak pinggang sambil menatap tajam. Rahmat dapat melihat matanya yang bulat merah, rambut acak-cakan terjurai hingga sebahu dengan amat jelas. Perut buncit tanpa baju, makhluk itu menyeringai dengan gigi-gigi besar. Dengan setengah menghardik makhluk itu bertanya kepada Rahmat, “Apa yang kamu inginkan hingga memanggilku?”

Rahmat yang kala itu dibelenggu oleh ketakutan yang teramat sangat tak mampu lagi berbuat apa-apa. Jangankan menjawab, melihat saja ia tak mampu. Akhirnya, ia memutuskan untuk lari sejauh-jauhnya. Dan tanpa menunggu waktu lagi, Rahmat pun berlari menuju pantai yang jaraknya sekitar 300 meter dari makam itu. Dengan napas yang memburu, akhirnya, Rahmat tiba di pantai yang masih gelap gulita. la bingung mencari arah, hingga akhirnya tak sadarkan diri karena menabrak batu karang. Rahmat baru sadar setelah ditemukan beberapa warga setempat yang tengah berjalan di sana. “Makam itu memang ada genderuwonya. Si Rahmat itu pasti telah melihat ujudnya,” tutur Enjang menutup pembicaraan.

Paranormal Terbaik Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here